Bantuan Kebutuhan Dasar untuk 48 Warga Kota Malang Terdampak Bencana
Sebanyak 48 warga Kota Malang yang terdampak bencana alam menerima bantuan kebutuhan dasar melalui Program Asistensi dan Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan ini disalurkan melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo pada Senin (1/12/2025) lalu pukul 13.00 WIB di Gedung Kartini, Kota Malang.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang, Kenprabandari Aprilia B, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir mendampingi warga dalam masa pemulihan. Ia menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu telah memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun psikologis.
“Bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu telah memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun psikologis. Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI, bersama Dinas Sosial dan unsur TAGANA, terus berupaya memberikan respons cepat untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar warga terdampak,” ucapnya.
Program ATENSI yang dijalankan oleh Kementerian Sosial RI difokuskan pada pemberian perlindungan, pemulihan, dan dukungan sosial. Bantuan yang disalurkan secara spesifik berupa paket pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk sembako dan barang kebutuhan sehari-hari seperti beras.
“Bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga komitmen bersama bahwa tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi bencana seorang diri,” jelas Niken, sapaan akrabnya. Ia menambahkan bahwa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial merupakan kekuatan utama dalam menghadapi ujian bencana.
Pemerintah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan, mulai dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pendamping Rehabilitasi Sosial (Pendamping Rehsos), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKS Kecamatan), hingga jajaran Dinas Sosial Kota Malang.
Salah satu penerima bantuan, Lutfiati, warga Kedungkandang, Kota Malang, menyatakan rasa syukur dan kegembiraannya. Rumahnya terdampak bencana longsor yang terjadi di sekitarnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan sembako, kipas, dan beras yang diterimanya.
Kenprabandari kembali menekankan pesan kepada warga terdampak untuk tetap sabar, kuat, dan bersemangat. “Pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan sampai kondisi benar-benar pulih,” tegasnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tak hanya menjadi bentuk bantuan material, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh pihak untuk membangun kesiapsiagaan bencana dan masyarakat yang lebih tangguh serta berketahanan sosial.
Bentuk Bantuan yang Diberikan
- Paket kebutuhan dasar yang mencakup sembako
- Barang kebutuhan sehari-hari seperti beras
- Alat-alat rumah tangga seperti kipas angin
- Pendampingan sosial dari berbagai lembaga dan organisasi
Peran Penting Komunitas dan Instansi
- TAGANA – Berperan sebagai tenaga penggerak dalam penanganan bencana
- Pendamping Rehsos – Memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak
- TKS Kecamatan – Melakukan koordinasi dan distribusi bantuan di tingkat kecamatan
- Dinas Sosial Kota Malang – Menyelenggarakan program dan koordinasi lintas instansi
Harapan Masa Depan
Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak hingga kondisi kembali pulih. Selain itu, diharapkan kejadian bencana bisa menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat.







