Real Madrid telah mengalami perubahan besar dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah Carlo Ancelotti meninggalkan klub setelah mempersembahkan gelar Liga Champions ke-15. Meski masa baktinya berakhir dengan hasil yang tidak begitu memuaskan—karena tim gagal meraih gelar utama di liga maupun Eropa—pemain-pemain seperti Karim Benzema dan Toni Kroos tetap memberikan kontribusi besar.
Kini, kursi pelatih diisi oleh Xabi Alonso, mantan asisten Ancelotti. Awal musim ini berjalan cukup baik, tetapi performa Real Madrid mulai menurun setelah kalah dari Liverpool di Anfield dan hanya mampu bermain imbang melawan Rayo Vallecano. Hal ini membuat banyak pihak khawatir tentang kondisi tim.
Meskipun demikian, Real Madrid masih memimpin La Liga dan berada di posisi delapan besar di Liga Champions. Ini menunjukkan bahwa situasi mereka belum sepenuhnya krisis, meski tekanan terhadap pelatih baru semakin besar.
Xabi Alonso menghadapi tantangan besar sebagai pelatih Real Madrid. Berbeda dengan saat ia melatih Bayer Leverkusen, kini ia harus menghadapi ekspektasi publik yang sangat tinggi. Dalam wawancara terbaru, Ancelotti memberikan dukungan sekaligus nasihat kepada Alonso. Ia menekankan bahwa tekanan di Real Madrid sangat berbeda dibandingkan klub lain.
“Saya tidak bisa memberinya nasihat apa pun. Saya menonton semua pertandingan Real Madrid untuk mengikuti perkembangan Brasil. Dia memenangkan hampir setiap pertandingan, tetapi sayangnya, dalam sepak bola, kita tidak selalu bisa menang,” ujar Ancelotti.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil imbang di Real Madrid bisa menjadi awal dari krisis. “Satu hal yang saya pelajari di Real Madrid adalah bahwa hasil imbang adalah awal dari krisis. Tidak ada lelucon tentang itu. Kami harus terbiasa dengan itu,” tambahnya.
Ancelotti juga mengkritik para penggemar yang terlalu menuntut dan kurang sabar terhadap proses yang dijalani tim. “Satu-satunya pemimpin di La Liga dan delapan besar di Liga Champions. Apa lagi yang mereka inginkan!” katanya.
Menurut Ancelotti, Alonso telah membangun tim yang solid. Ia melihat kekuatan di lini belakang dan serangan yang kuat. Pemain seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham juga tampil baik. “Saya yakin Xabi bisa sukses tanpa masalah,” ujarnya.
Wawancara ini ditutup dengan harapan Ancelotti agar Brasil bisa kembali meraih Piala Dunia, seperti yang terjadi pada 2002.







