InfoMalangRaya, Indonesia – Adhitia Putra Herawan, Deputi CEO Persib Bandung berbicara banyak hal saat hadir pada siniar di kanal YouTube Bola Bung Binder milik pengamat sepak bola, Binder Singh. Salah satu hal yang diungkapkannya adalah kejanggalan yang dirasakan Maung Bandung selama menjalani kompetisi Liga 1 musim lalu.
Meskipun tampil sebagai juara, perjalanan Persib sepanjang musim lalu tidaklah mulus. Bahkan, menurut Adhit, mereka sempat seperti diperlakukan tidak adil dalam beberapa kasus yang akhirnya berbuah sanksi. Di lapangan pun, masih kata Adhit, Maung Bandung kerap mendapat perlakuan aneh dari wasit.
“Saya ingat banget momen ketika dapat e-mail bahwa Beckham (Putra) dihukum. Itu saya lagi makan malam telat, jam 19. Saya sampai ingat menitnya karena saya itu lagi makan, terus tiba-tiba bunyi notif ‘tung’, 19.24. Apaan nih? Keputusan Komisi Disiplin. Hah, apa? Pas dibuka, Beckham (disanksi) 3 pertandingan, (denda) Rp75 juta,” urai Adhitia Putra Herawan seperti dikutip InfoMalangRaya dari Bola Bung Binder.
Deputi CEO Persib itu menambahkan, “Saya langsung berhenti makan, langsung menelepon tim dan malam itu juga langsung membuat surat banding … Jadi, kami merasa ini bikin emosi iya, kesal iya. Tapi, kami di satu sisi, sebagai klub, harus bisa menghadapinya dengan ketenangan.”
Resep Juara di Mata Deputi CEO Persib
Hukuman bagi Beckham Putra itu memang jadi pergunjingan di kalangan pencinta sepak bola. Pasalnya, dia dihukum karena selebrasi “dingin” ala Cole Palmer yang dinilai Komisi Disiplin PSSI memprovokasi suporter Persija Jakarta. Sudah begitu, putusan komdis disampaikan pada malam sebelum Persib Bandung menjalani laga berikutnya.
Lebih lanjut, Deputi CEO Persib juga mengungkapkan satu fakta menarik. “Satu yang kami sampaikan kepada Bojan (Hodak) sebelum dan setelah kejadian itu, kami selalu bilang, ‘Bojan, remember, kita hanya bisa mengontrol apa yang bisa kita kontrol. Kita nggak akan pernah bisa mengontrol orang lain. Itu termasuk dari wasit, hakim garis, VAR. Kita tak bisa kontrol. Jadi, kontrol emosi kita. Contohnya, kita tahu nih, kita gampang banget dikasih kartu kuning. Kita tak tahu kenapa. Kita harus hindari respons berlebihan,” kata dia lagi.
Menurut Adhitia Putra Herawan, Persib akhirnya memegang prinsip hanya fokus pada diri sendiri, tak memedulikan hal-hal lain. Pada perkembangannya, itu juga jadi salah satu resep kesuksesan Maung Bandung menggapai gelar juara Liga 1 2024-25. Adapun resep utamanya adalah kebersamaan, kekompakan, dan soliditas di antara berbagai unsur.
“Saya bilang, tahun ini kita juara bersama karena saya merasa semua orang itu (me)meluk Persib dan kita maju bareng. Musim lalu, kan, Persib jalan sendiri. Bobotoh kan kadang bertengkar dengan kita,” ujar Adhit yang sebelumnya meredakan konflik manajemen dengan bobotoh serta klub-klub eks anggota dan asosiasi kota.







