Pengalaman Baru dalam Dunia Film
Frankenstein, film terbaru karya sutradara Guillermo del Toro, menampilkan aktor Jacob Elordi sebagai monster ikonik. Film ini resmi dirilis di Netflix pada 7 November 2025. Dalam konferensi pers di Venice International Film Festival, Agustus lalu, del Toro mengungkapkan bahwa keinginannya membuat film ini sudah muncul sejak ia masih kecil. Keinginan tersebut muncul setelah menonton versi klasik karya Boris Karloff.
“Saya sudah mengikuti sosok makhluk ini sejak kecil, tapi saya ingin menunggu hingga bisa membuatnya dalam kondisi yang tepat,” ujar del Toro, dikutip dari Deadline pada Selasa (11/11/2025).
Peran yang Sangat Personal
Elordi, yang sebelumnya dikenal lewat perannya sebagai Elvis Presley dalam Priscilla (2023) dan Nate Jacobs di serial Euphoria, mengaku bahwa peran sebagai monster ini sangat personal baginya. “Dalam banyak hal, makhluk yang muncul di film ini adalah bentuk paling murni dari diriku sendiri. Ia lebih ‘aku’ daripada diriku,” ujar Elordi kepada Variety.
Film Frankenstein versi del Toro juga dibintangi oleh Oliver Isaac sebagai Victor Frankenstein, serta Mia Goth, Felix Kammerer, dan Christoph Waltz. Elordi diketahui menggantikan Andrew Garfield, yang sebelumnya direncanakan memerankan sang makhluk namun batal karena jadwal yang bentrok.
Sejarah Sosok Monster Frankenstein
Sosok monster Frankenstein sendiri telah menjadi ikon budaya populer sejak kemunculan pertamanya dalam adaptasi film tahun 1931. Kala itu, Boris Karloff menjadi aktor pertama yang memerankan makhluk ciptaan Victor Frankenstein dalam film klasik Frankenstein. Sejak saat itu, banyak aktor besar lain yang turut menafsirkan karakter ini, seperti Lon Chaney Jr., Bela Lugosi, Glenn Strange, Christopher Lee, Peter Boyle, hingga Robert De Niro dalam Mary Shelley’s Frankenstein (1994).
Kini, giliran Jacob Elordi yang membawa napas baru pada sosok tragis sekaligus legendaris tersebut lewat sentuhan khas Guillermo del Toro. Film Frankenstein menjadi salah satu proyek paling dinanti tahun ini dan menandai kolaborasi ambisius antara del Toro dan Netflix setelah kesuksesan Pinocchio (2022).
Kolaborasi yang Menarik Perhatian
Film ini tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan, tetapi juga menyajikan narasi yang mendalam tentang manusia dan kekuatan ilmu pengetahuan. Del Toro, dengan gaya khasnya, mencoba memperlihatkan sisi-sisi yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya dari kisah Frankenstein. Ini menjadi bukti bahwa kisah klasik ini masih relevan dan dapat disajikan dengan cara yang segar dan menarik.
Dengan hadirnya Jacob Elordi, film ini menambah daftar panjang aktor yang pernah memerankan karakter ikonik ini. Setiap generasi memiliki cara berbeda dalam menafsirkan cerita ini, dan kini, Elordi memberikan wajah baru yang mungkin akan menjadi legenda baru dalam sejarah film.
Tantangan dan Kesempatan
Pengambilan gambar film ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat detail dan penuh perhitungan. Del Toro memastikan bahwa setiap adegan menangkap esensi dari kisah Frankenstein, baik dari segi visual maupun naratif. Hal ini menjadikan film ini tidak hanya sebuah kisah fiksi, tetapi juga refleksi tentang kehidupan, cinta, dan kehilangan.
Selain itu, film ini juga menunjukkan komitmen Netflix untuk terus menghadirkan konten berkualitas yang mampu memenuhi ekspektasi penonton global. Dengan kolaborasi antara sutradara ternama dan aktor berbakat, Frankenstein menjadi bukti bahwa Netflix terus berinovasi dalam dunia perfilman.







