Cedera yang Menghancurkan Kekuatan Real Madrid
Sebelum jeda internasional dimulai, dua pemain penting Real Madrid, Thibaut Courtois dan Federico Valverde, harus absen dari panggilan tim nasional setelah mengalami cedera dalam pertandingan melawan Rayo Vallecano. Kehadiran mereka di lapangan memang sangat dibutuhkan, namun kini mereka harus menjalani proses pemulihan.
Kedua pemain ini bergabung dengan rekan-rekan lain yang sebelumnya sudah dinyatakan tidak siap bermain, seperti Antonio Rüdiger, Dani Carvajal, dan Ferland Mendy. Hal ini membuat lini belakang Real Madrid semakin terpuruk karena jumlah pemain yang tersedia semakin sedikit.
Saat jeda internasional masih berlangsung, daftar pemain Real Madrid yang mengalami cedera semakin panjang. Sebelumnya, Eduardo Camavinga dan Kylian Mbappé juga harus kembali ke klub lebih cepat akibat cedera. Situasi ini menunjukkan bahwa Real Madrid sedang menghadapi tantangan besar dalam hal kebugaran pemain.
Mengutip laporan The Athletic, kabar terbaru menyebutkan bahwa Dean Huijsen harus meninggalkan pemusatan latihan timnas Spanyol lebih awal setelah mengalami cedera dalam sesi latihan pada Jumat (14/11). Dengan cederanya, lini belakang Real Madrid yang sudah kehilangan banyak pemain kini menghadapi tantangan serius. Ini tentu menjadi masalah besar bagi pelatih Xabi Alonso, terutama ketika performa tim sedang mengalami penurunan.
Setelah jeda internasional, Real Madrid akan menghadapi Elche di La Liga. Jika cedera Huijsen memaksanya absen dalam waktu cukup lama, Alonso kemungkinan akan kembali menurunkan Raúl Asencio sebagai starter. Terlebih, Asencio telah tampil sebagai starter dalam pertandingan sebelumnya melawan Rayo Vallecano.
Meskipun David Alaba dikabarkan sudah pulih dari cedera, Alonso tampaknya tidak ingin mengambil risiko besar dengan memainkannya sejak menit awal. Hal ini menunjukkan bahwa pelatih Real Madrid lebih memilih memastikan kebugaran pemain sebelum menurunkannya di lapangan.
Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Huijsen yang tengah berusaha meningkatkan performanya. Dalam dua pertandingan terakhir, ia mendapat kritik keras karena dianggap belum memiliki mental yang cukup kuat untuk menghadapi pertandingan besar. Padahal, Huijsen sejatinya memulai musim ini dengan cukup impresif. Di usia baru 20 tahun, ia dengan cepat menjadi pilihan utama di lini belakang Real Madrid. Namun kini, ia harus membuktikan diri lagi demi mempertahankan tempatnya di tim utama.
Saat ini, Real Madrid hanya bisa berharap cedera Huijsen tidak parah. Selain itu, dengan jeda internasional yang masih berlangsung, Los Blancos berharap tidak ada lagi pemain yang menyusul masuk daftar cedera. Kondisi ini sangat krusial bagi Real Madrid yang sedang mencoba bangkit dari keterpurukan.







