PR JATENG – Banyak pasangan baru menikah memilih tempat bersuhu dingin sebagai lokasi bulan madu.
Destinasi seperti Puncak, Bandung, hingga pegunungan di luar negeri sering jadi pilihan favorit karena suasananya yang romantis dan menenangkan.
Namun, di balik keindahan alam dan udara sejuk itu, ternyata ada alasan ilmiah yang mendukung kebiasaan ini.
Berdasarkan hasil penelitian National Institutes of Health (NIH) dan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), suhu dingin dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kesuburan manusia.
Peneliti menjelaskan bahwa suhu rendah mampu meningkatkan produksi hormon oksitosin dan dopamin, dua hormon yang berperan besar dalam menciptakan perasaan bahagia, rileks, serta memperkuat kedekatan emosional antar pasangan.
“Ketika tubuh merasa nyaman dan tenang, interaksi intim pun cenderung meningkat secara alami,” ungkap laporan NIH.
Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa suhu dingin dapat membantu menjaga kualitas sperma tetap optimal, serta menstabilkan siklus ovulasi pada perempuan.
Kombinasi ini menjadikan suasana sejuk sebagai kondisi yang ideal bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.
Tak heran bila honeymoon di kawasan pegunungan atau tempat bersuhu rendah kerap dianggap momen paling pas untuk mempererat hubungan sekaligus mendukung peluang memiliki buah hati.***







