
Kericuhan di Akhir Pertandingan Persija Jakarta vs Arema FC
Laga antara Persija Jakarta melawan Arema FC dalam pertandingan Super League, yang berlangsung pada Sabtu (8/11) sore WIB, diwarnai dengan kericuhan antara pemain dan official. Peristiwa ini terjadi di akhir babak kedua, saat pertandingan memasuki tambahan waktu dari waktu normal yang diberikan oleh wasit Yudi Nurcahya.
Arema FC yang tertinggal 1-2 hingga menit ke-90 mencoba melakukan tekanan lebih keras. Namun, di menit ke-92 terjadi friksi di bench tepi lapangan. Terlihat bahwa asisten pelatih Arema FC, Andre Caladas, mendekati bench Persija dan memancing emosi para pemain cadangan serta official.
Keributan pun tak terhindarkan. Andritany sempat dirawat oleh tim medis di sisi kanan bench Persija Jakarta, begitu pula dengan beberapa official Persija yang juga menerima perawatan medis. Tak lama setelahnya, panitia pertandingan dan beberapa steward mencoba melerai pertengkaran yang terjadi di tepi lapangan.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan bahwa kejadian seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi dalam sepak bola. Ia bahkan tidak tahu awal dari keributan tersebut. Menurutnya, official Arema FC yang dulunya mendatangi bench Persija, sehingga mengakibatkan terjadinya keributan.
“Kami tidak pergi ke bangku cadangan Arema. Apakah kesalahan hanya pada pemain, saya tidak tahu, tapi kami juga memiliki kesalahan,” ujar Mauricio Souza usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu malam (8/11).
Pernyataan Pelatih Persija Jakarta
“Dia (official Arema FC) datang ke bangku cadangan kita, dan tim pelatih kami jatuh dalam insiden itu. Kami memiliki dua dari tim pelatih yang mendapat kartu merah. Saya pikir kejadian tadi tidak boleh terjadi, hal yang negatif bagi tim kami,” tambahnya.
Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan 1-2 melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Awal pertandingan dimulai dengan Arema FC unggul lebih dulu melalui tendangan bebas dari Valdeci Moreira di menit ke-12. Namun, Persija bangkit di babak kedua dengan memasukkan Witan Sulaeman, yang kemudian membawa timnya mencetak dua gol melalui Eksel Runtakuhu di menit ke-48 dan 50.








