Tai Tzu Ying, mantan ratu bulu tangkis dunia, telah mengumumkan pensiunnya tanpa menggelar turnamen perpisahan. Era Fabulous Four, yang terdiri dari Chen Yu Fei, Akane Yamaguchi, dan An Se-young, resmi berakhir dengan keputusan Tai untuk mundur dari kompetisi internasional.

Pada hari Jumat (7/11/2025) malam lalu, pemain asal Taiwan itu mengumumkan keputusan besar untuk meninggalkan dunia bulu tangkis yang telah ia geluti selama lebih dari 20 tahun. Keputusan ini menandai akhir dari kariernya yang penuh prestasi dan pengaruh.

Sebagai seorang pemain tunggal putri, Tai Tzu Ying dikenal dengan skill yang luar biasa. Jarang ada pemain di sektor ini yang memiliki bakat pukulan yang tidak biasa seperti dia. Komentator senior BWF, Gillian Clark, bahkan pernah memuji Tai sebagai salah satu tunggal putri terbaik dalam sejarah olahraga ini.
Meski begitu, satu ‘kekurangan’ yang belum terpenuhi oleh Tai adalah meraih medali emas Olimpiade atau Kejuaraan Dunia. Namun, sejak 2017 hingga 2023, Tai Tzu Ying menjadi salah satu pemain paling ditakuti di dunia bulu tangkis. Ia tidak mengandalkan permainan reli, tetapi lebih fokus pada serangan agresif yang sering diiringi pukulan tipuan.
Tai pertama kali mencapai peringkat satu dunia pada 2017. Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, era Tai Tzu Ying juga bersamaan dengan keganasan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Keduanya sama-sama menduduki peringkat nomor satu untuk waktu yang cukup lama.
Selain itu, Tai Tzu Ying juga telah menyelesaikan studi S3-nya. Ia menempati peringkat satu dunia selama 214 minggu, mulai dari Desember 2016 hingga 2022. Selama masa ini, ia berhasil meraih berbagai gelar juara di ranah BWF World Tour dan Super Series.
Di tingkat turnamen mayor, Tai Tzu Ying meraih medali perak tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020 dan Kejuaraan Dunia 2021. Dua emas yang pernah ia raih adalah di Summer Universiade 2017 dan Asian Games 2018. Keputusannya tampil di Summer Universiade sempat mencuri perhatian karena ia melepaskan peluang untuk tampil di Kejuaraan Dunia 2017 saat sedang dalam kondisi kuat.
Selain itu, Tai juga menjadi juara tiga kali di All England Open (2017, 2018, 2020) dan Kejuaraan Asia (2017, 2018, 2023).
Soal acara pensiun yang diumumkan secara sederhana melalui media sosial, Tai memiliki alasan tersendiri. Ia menulis di akun Instagramnya: “Sebuah babak yang indah telah berakhir. Terima kasih, bulu tangkis, atas semua yang telah kalian berikan kepadaku.” Ia menjelaskan bahwa ia tidak ingin dilihat dalam kondisi lemah, sehingga tidak bisa memberikan upacara pensiun yang sempurna.
Tahun lalu, setelah gagal menang di Olimpiade Paris 2024, Tai sempat dirumorkan akan kembali bermain. Namun, akhirnya cedera yang menderanya memaksa ia menyudahi semua rutinitas sebagai pemain. Lulusan doktoral itu juga belum memutuskan apakah akan terlibat dalam dunia bulu tangkis lagi atau tidak.
Ia mengatakan, “Sebelum Olimpiade (Paris), saya tidak yakin apakah cedera kaki saya akan memungkinkan saya untuk bertanding, tetapi saya sudah memberikan segalanya. Orang lain tidak menyerah pada saya, jadi saya tidak bisa menyerah pada diri sendiri.”
“Secara akhirnya, cedera saya memaksa saya meninggalkan lapangan. Saya tidak bisa mengakhiri karier seperti yang saya harapkan, dan butuh waktu lama bagi saya untuk menerimanya.”
“Tapi untuk saat ini, saya akan menikmati hidup tanpa jam alarm.”
Pertandingan terakhir Tai Tzu Ying terjadi pada tahun lalu, tepatnya pada 18 September 2024, saat ia tersingkir di babak 32 besar China Open 2024 oleh Julie Dawall Jakobsen (Denmark) dengan skor 14-21, 21-7, 19-21.







