Perubahan Jembatan di Kalimalang: Antara Harapan Wisata dan Kekhawatiran Warga
Di kawasan Kalimalang, Kota Bekasi, sebanyak 13 jembatan akan segera dibongkar dan diganti dengan desain baru. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pemerintah setempat untuk mengubah wilayah tersebut menjadi destinasi wisata yang menarik, khususnya dalam hal air dan kuliner. Dengan desain yang berbentuk melengkung, diharapkan kapal-kapal yang direncanakan beroperasi di aliran Kalimalang dapat melintas dengan lancar tanpa adanya hambatan.
Namun, perubahan ini juga memicu kekhawatiran dari warga sekitar. Salah satu warga, Angel (33 tahun), menyampaikan ketidakpuasannya terhadap perubahan bentuk jembatan. Menurutnya, desain melengkung tersebut bisa mengganggu fungsi jembatan sebagai jalur putar balik kendaraan. Ia khawatir jika truk atau kendaraan besar harus melintasi jembatan yang melengkung, maka proses putar balik akan menjadi lebih rumit dan bahkan tidak mungkin dilakukan.
“Kalau truk lewat terus dia putar balik gimana ya? Malah mundur lagi, enggak bisa lewat, karena melengkung,” ujarnya kepada Infomalangraya.com, Senin (25/8/2025).
Angel juga mengkhawatirkan dampak dari perubahan ini terhadap kemacetan di Jalan Kalimalang. Ia menjelaskan bahwa saat ini kawasan ini sudah sangat padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. “Wah parah, ini aja macet banget, biasa macet di sini pagi sama sore apalagi kalau hujan,” tambahnya.
Fungsi Jembatan Saat Ini
Berdasarkan pengamatan Infomalangraya.com, beberapa jembatan di Kalimalang memang digunakan sebagai jalur putar balik kendaraan. Contohnya adalah jembatan di dekat Grand Metropolitan yang sering dipakai oleh kendaraan untuk berputar arah. Hal yang sama juga terlihat pada jembatan di depan Grand Kamala Lagoon, yang berfungsi sebagai jalur putar balik lalu lintas.
Perubahan desain jembatan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana fungsinya nantinya. Apakah jembatan akan tetap berfungsi sebagai jalur putar balik atau justru akan dihilangkan sepenuhnya? Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah setempat.
Infomalangraya.com telah mencoba menghubungi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk meminta klarifikasi mengenai perubahan fungsi jembatan setelah desain baru diterapkan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Tri belum memberikan respons terkait hal tersebut.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Dengan rencana pengembangan Kalimalang menjadi destinasi wisata, pemerintah memiliki visi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperluas peluang ekonomi. Namun, perlu adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah perubahan ini akan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, atau justru menambah kompleksitas dalam lalu lintas. Selain itu, pentingnya komunikasi antara pemerintah dan warga juga menjadi kunci sukses dalam implementasi proyek ini.
Harapan terbesar adalah agar langkah-langkah yang diambil dapat memberikan solusi yang berkelanjutan, baik dalam aspek lingkungan maupun sosial. Dengan demikian, Kalimalang bisa menjadi kawasan yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman dan aman bagi pengguna jalan.