InfoMalangRaya.com – Christian Tarigan sudah mantab ingin masuk Islam. Ia sudah menemui beberapa ustadz. Anehnya gak ada yang berani mengislamkannya. “Takut dipenjara,” kata Christian ditemui usai ceramah di Masjid Al Amillah Sidoarjo Jatim (24/8 2025).
Itu karena Christian masih di bawah umur, usia 17 tahun. “Menurut peraturan anak di bawah umur kalau masuk Islam harus seijin orang tua,” katanya.
Christian pun dengan mantab menghadap ayahnya. Dengan terus terang ia menyampaikan keinginan masuk Islam. Tentu saja ayahnya kaget. Perdebatan antara keduanya pun tak terelakkan. Christian tetap ngotot login. Ayahnya akhirnya luluh namun memberi syarat: Christian harus keluar dari rumah alias diusir. Christian tak ada pilihan.
“Mereka berfikir, kalau uang saya habis pasti kembali ke rumah,” ujar Christian. Walau kehidupan Christian jadi tak mudah, ternyata anak ini tak pernah kembali lagi ke agama lamanya. Ia tetap kuat menghadapi berbagai ujian.
Christian Tarigan lahir dan besar dari keluarga pendeta. Ayahnya pendeta, kakak dan adiknya juga pendeta. Bahkan kakak iparnya pun juga pendeta. Maka Christian pun sangat aktif dalam peribadatan Kristen. Ia rajin ke gereja, lalu ikut sekolah minggu dan sempat menciptakan lagu kristiani yang dinyanyikan di gereja.
Di sisi lain, tiba-tiba saja ia ingin tahu soal Islam. Ia penasaran dengan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Informasi yang ia terima, Islam itu begitu buruknya. Misalnya, Islam identik dengan teroris. Untuk memenuhi rasa penasarannya itu, ia coba tanya ke beberapa kawan remajanya. Tak ada yang bisa menjawab. Ia malah dibawa ke seorang ustad.
Alhamdulillah, sang ustadz mampu menjawab dengan baik semua pertanyaan Christian. Ia pun merasa puas. Cukup sampai di situ? Tidak. Sang ustadz balik bertanya tentang Kristen. Di sinilah Christian kelabakan. Siapa sangka pertanyaan itulah yang meruntuhkan iman Kristiani Christian.
Tertarik kisah selanjutnya? Simak videonya di bawah ini