Pembangunan Kalimalang sebagai Destinasi Wisata Air dan Kuliner
Pembangunan Kalimalang, yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata air dan kuliner, akan dimulai dari Metropolitan Mall hingga Grand Kota Bintang. Proyek ini menarik perhatian banyak pihak karena memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan fasilitas baru bagi masyarakat.
Jarak pembangunan Kalimalang dari Metropolitan Mall hingga Grand Kota Bintang mencapai sekitar 4,5 kilometer. Sepanjang area tersebut, terdapat 13 jembatan yang akan dibongkar dan direncanakan untuk didesain ulang. Jembatan-jembatan ini memiliki fungsi berbeda-beda, ada yang digunakan untuk putar balik kendaraan, ada juga yang digunakan untuk lalu lintas warga.
Salah satu contoh jembatan yang terlihat adalah jembatan putih di sekitaran Grand Metropolitan yang digunakan oleh pejalan kaki. Di sekitar lokasi ini, ada jembatan lain sejauh sekitar 130 meter yang menjadi tempat putar balik kendaraan. Jembatan ketiga juga terletak sekitar 130 meter dari lokasi pertama, namun kondisinya tampak tidak terawat. Permukaan jembatan terlihat ambles karena dekat dengan aliran kali. Besi di sisi kanan dan kirinya sudah berkarat, serta tembok hijau yang ada mengalami keropos.
Meskipun dalam kondisi yang kurang baik, masih ada warga yang melintas di jembatan tersebut. Di depan kawasan superblok Grand Kamala Lagoon juga terdapat jembatan untuk putar balik kendaraan. Sementara itu, di dekat Gerbang Tol Jakasampurna, terdapat jembatan untuk lalu lintas warga yang keadaannya memprihatinkan. Besi di bagian bawah jembatan sudah berkarat, dan beberapa bagian jembatan terlihat penyok.
Kondisi aliran kali juga tidak jernih, dan di sepanjang tepi kali terdapat beberapa titik yang ditumbuhi dedaunan. Di pinggir kali terdapat tanah-tanah dan bebatuan yang tidak cocok untuk berjalan maupun beristirahat. Namun, terdapat juga bagian yang telah ditata seperti taman untuk beristirahat.
Aktivitas di sekitaran jembatan tersebut tidak begitu istimewa, hanya saja orang-orang dan kendaraan terlihat berlalu lalang. Proyek ini memiliki target penyelesaian pada Januari 2026 mendatang.
Visi Wisata Air dan Kuliner di Kalimalang
Aliran Kalimalang sepanjang wilayah Kota Bekasi akan diubah menjadi tempat wisata air dan kuliner. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa nantinya akan disediakan kapal yang difungsikan sebagai bagian dari wisata air dan kuliner. “Digambarkan tadi ada lightingnya kemudian ada kapalnya, nanti akan ada kulinernya juga,” ujar Tri saat ground breaking atau peletakan batu pertama rencana tempat wisata Kalimalang tersebut.
Proyek ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot. Pemkot akan menyiapkan dana sebesar Rp 30 miliar untuk membangun pedestriannya, sedangkan sisanya akan diselesaikan pada tahun depan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga berkomitmen untuk membantu pembiayaan proyek ini dengan menambah dana sebesar Rp 60 miliar.
Desain Jembatan yang Melengkung
Direktur Utama (Dirut) PT Mitra Patriot, David Hendradjid Rahardja, menjelaskan bahwa desain jembatan yang melengkung dipilih agar kapal dapat melintasi aliran Kalimalang. “Jembatan kami akan buat melengkung, tujuan biar kapal bisa lewat, lalu nanti kanan kirinya di sisi jembatan kami berdiri ada kuliner, wisata kuliner, bertahap intinya,” jelas David.
Selain itu, pengelolaan proyek ini akan dilakukan secara teknis, dengan jembatan-jembatan yang akan dibangun kembali dengan desain U atau melengkung. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Kalimalang.