Masalah Kelangkaan Beras Medium di Malang
Beberapa waktu terakhir, masyarakat di Kota Malang menghadapi masalah kelangkaan beras medium di pasaran. Hal ini menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Malang, khususnya Komisi B yang dipimpin oleh Bayu Rekso Aji. Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh adanya kasus beras oplosan yang berdampak pada pengurangan pasokan beras kemasan kecil.
Bayu menjelaskan bahwa situasi ini memerlukan tindakan cepat dan serius dari pemerintah pusat agar tidak berlarut-larut. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Bulog, serta pemerintah pusat.
“Kami sedang menunggu dan melihat perkembangan terkini. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Malang dan harapannya bisa segera ada solusi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah pusat untuk mengatasi gejolak harga yang bisa memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha. “Kementerian harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan follow up terkait stok beras dalam waktu dekat,” tambahnya.
Pengalaman Pedagang dan Masyarakat
Sarmiati, seorang pedagang kecil di sekitar Balai Kota Malang, mengatakan bahwa ia kesulitan mendapatkan beras medium saat ini. Bahkan, jika berhasil memperolehnya, harganya sudah meningkat. “Harganya sekarang bisa sampai Rp 70 ribu. Biasanya hanya Rp 65 ribu,” katanya.
Untuk mengatasi masalah ini, Mak Ti, panggilan akrab Sarmiati, membeli beras SPHP di Koramil terdekat. Ia kemudian mencampurkan beras tersebut dengan beras medium yang masih tersimpan. “Kalau tidak dicampur, kualitasnya berbeda. Berasnya mekar-mekar,” jelasnya.
Meskipun harus membeli dengan harga tinggi, Mak Ti tidak menaikkan harga jual. Ia khawatir kehilangan pelanggan jika menaikkan harga. “Biarkan saya tidak menaikkan harga. Takut tidak ada yang beli,” keluhnya.
Tindakan yang Dilakukan Oleh Bulog
Kepala Bulog Divre Malang Raya, M Nurjuliansyah, ketika dikonfirmasi tidak memberikan detail jumlah SPHP yang telah digelontorkan. Ia hanya menyampaikan jadwal kegiatan operasi pasar yang akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Pihaknya berharap dengan operasi pasar ini dapat membantu mengatasi kelangkaan beras medium di wilayah Malang. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti tentang dampak dari operasi pasar tersebut terhadap ketersediaan beras di pasaran.
Kesimpulan
Masalah kelangkaan beras medium di Malang menjadi isu yang sangat penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, Bulog, dan pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah ini secara efektif. Selain itu, diperlukan transparansi dalam penyediaan pasokan beras agar masyarakat tidak terganggu oleh fluktuasi harga dan ketersediaan beras. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kondisi ini dapat segera pulih dan stabil.