Komitmen HIPMI Jatim dalam Menjaga Stabilitas Iklim Usaha
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas iklim usaha di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap isu rencana aksi demonstrasi besar yang disinyalir dapat mengganggu dunia usaha dan perdagangan.
Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Ahmad Salim Assegaf, menegaskan bahwa kritik dan kebebasan berpendapat adalah bagian dari demokrasi. Namun, ia juga menekankan bahwa praktik demokrasi harus tetap memperhatikan kepentingan publik, khususnya dalam menjaga keberlanjutan usaha.
“HIPMI Jatim merasa berkepentingan merespons isu terkini demi menjaga iklim investasi. Kebebasan berpendapat tetap harus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat luas, terutama dunia usaha,” ujar Salim pada Senin (25/8).
Kinerja Pemerintah Daerah dalam Mendorong Ekonomi
HIPMI Jatim mengapresiasi upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu contohnya adalah program Prokesra Bank UMKM Jatim, yang telah memberikan akses pembiayaan kepada 1.989 pelaku usaha mikro hingga Maret 2025 dengan syarat yang mudah.
Selain itu, inisiatif Rumah Kurasi dan Communal Branding bersama Bank Indonesia (BI), Kadin, dan HIPMI juga dinilai berhasil meningkatkan kualitas produk UMKM lokal hingga bisa menembus pasar ekspor. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah.
Capaian dalam Perizinan Usaha
Pemerintah Jatim juga mencatat capaian besar dalam perizinan usaha. Sepanjang 2024–2025, sebanyak 98,52 persen sertifikasi halal dari BPJPH diberikan kepada sektor IKM di Jawa Timur. Ini menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal.
Selain itu, strategi misi dagang antar daerah yang dilakukan oleh pemerintah juga memberikan hasil positif. Beberapa misi dagang yang telah dilaksanakan antara lain dengan Lampung, NTB, dan Kaltim, masing-masing menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 1,055 triliun, Rp 1,068 triliun, dan Rp 1,05 triliun.
Pertumbuhan Ekonomi yang Solid
Capaian tersebut semakin diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim kuartal I-2025 sebesar Rp 819,30 triliun, naik Rp 16,85 triliun dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Tantangan dan Langkah Bersama
Dengan capaian tersebut, HIPMI Jatim menilai penting untuk menjaga stabilitas daerah. Oleh karena itu, mereka menyerukan seluruh BPC HIPMI Kabupaten/Kota dan kader HIPMI se-Jawa Timur agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memicu kegaduhan.
Salim memastikan bahwa HIPMI Jatim akan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim demi menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong pembangunan ekonomi daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.