Kebijakan Kebaikan yang Berujung Kekecewaan
Seorang kepala desa di Karanganyar, Jawa Tengah, mengungkapkan kekecewaannya setelah tindakan baiknya justru berakhir dengan kehilangan kendaraan bermotor. Giyatno, kepala Desa Jatiyoso, merasa dikhianati oleh dua remaja yang sebelumnya ia beri tumpangan dan makanan.
Kejadian ini terjadi setelah kedua remaja tersebut datang ke rumah Giyatno pada dini hari. Mereka mengaku ingin mencari orang tua yang bekerja di Kalimantan. Mendengar alasan tersebut, Giyatno merasa kasihan dan mempersilahkan mereka untuk menginap di rumahnya. Ia bahkan memberikan makanan dan minuman serta uang tunai sebesar Rp 50 ribu kepada para remaja tersebut.
Namun, tindakan baik Giyatno justru dibalas dengan pengkhianatan. Setelah memberikan makanan dan menemani istri kembali ke rumah, motor Honda Scoopy miliknya yang berpelat AD 5374 ABF yang diparkir di dalam rumah hilang bersama kedua remaja tersebut. Saat itu, Giyatno sedang pergi ke kantor desa, sehingga tidak menyadari kehilangan motor tersebut hingga anaknya melihat keadaan tersebut.
Giyatno mengatakan bahwa dirinya tidak menaruh curiga sama sekali saat pertama kali bertemu dengan kedua remaja tersebut. Ia merasa prihatin atas kondisi mereka dan ingin membantu. Namun, tindakan tersebut justru berujung pada kerugian besar bagi dirinya.
Ia menyampaikan rasa kecewanya terhadap tindakan kedua remaja tersebut. Meski demikian, Giyatno tetap memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Profil Desa Jatiyoso
Desa Jatiyoso, yang terletak di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata alam. Wilayah ini terletak di lereng Gunung Lawu bagian selatan, sehingga memiliki udara yang sejuk dan lingkungan alami yang indah.
Secara administratif, Desa Jatiyoso berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat Kabupaten Karanganyar dan sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Solo (Surakarta). Dengan waktu tempuh sekitar 1–1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor, desa ini menjadi tujuan wisata yang menarik bagi banyak orang.
Selain itu, Jatiyoso sering disebut sebagai “Bali van Java” karena lanskap sawah terasering dan perbukitannya yang menarik. Potensi pertanian dan pariwisata membuat desa ini menjadi salah satu wilayah yang berkembang pesat di wilayah Jawa Tengah.
Dengan suasana alam yang indah dan potensi ekonomi yang menjanjikan, Desa Jatiyoso terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Namun, kejadian seperti ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan keamanan dan perlunya pencegahan tindakan negatif dari pihak luar.