Proyek Wisata Air Kalimalang Perlu Perencanaan Matang
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menyampaikan kekhawatiran terkait rencana pemerintah setempat dalam mengubah aliran Kalimalang menjadi kawasan wisata air dan kuliner. Ia menekankan bahwa proyek ini harus dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tidak hanya tampak indah di brosur tetapi juga nyata di lapangan.
Wildan menyoroti pentingnya memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada penciptaan ikon kota, tetapi juga harus mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Salah satu potensi masalah yang muncul adalah peningkatan jumlah sampah akibat aktivitas wisata. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya penerapan prinsip bebas sampah.
“Konsep wisata harus menekankan prinsip Zero Litter, tidak boleh ada sampah plastik, wajib ada fasilitas pengendali sampah di sungai, dan BUMD sebagai pengelola harus profesional,” ujarnya.
Selain soal sampah, Wildan juga menyoroti lokasi wisata air yang berada di kawasan padat lalu lintas. Ia menilai aspek pengaturan lalu lintas juga harus menjadi perhatian serius. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pengguna jalan.
Pendanaan dan Tahun Operasional
Proyek ini didukung oleh dana dari pihak swasta, yaitu PT Mizu melalui program corporate social responsibility (CSR) senilai Rp 36 miliar. Selain itu, Pemkot Bekasi menyediakan tambahan dana sebesar Rp 30 miliar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan dukungan tambahan sebesar Rp 60 miliar.
“Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan Rp 30 miliar untuk membangun pedestrian. Mudah-mudahan sisa pembangunannya bisa sampai ke Kota Bintang dan selesai tahun depan,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat pidato di Kalimalang.
Direktur Utama BUMD PT Mitra Patriot, David Rahardja, menjelaskan bahwa renovasi jembatan akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, anggaran awal baru berasal dari CSR PT Mizu, dan proyek diperkirakan mulai beroperasi Januari 2026.
“Pengelolaannya akan dikelola BUMD, PT Mitra Patriot, dan kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga melalui proses lelang. Nanti, jembatan di atas aliran Kalimalang akan bisa dilalui kapal, dan di sisi jembatan akan ada wisata kuliner,” jelas David.
Desain dan Lokasi Proyek
Proyek renovasi dimulai dari depan Metropolitan Mall hingga kawasan superblok Grand Kota Bintang. Desain jembatan melengkung dirancang agar kapal bisa lewat di tengahnya dan menghadirkan fasilitas kuliner di sisi jembatan.
Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi lokal. Namun, perlu adanya koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan sesuai harapan.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat
Selain itu, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek ini. Diperlukan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersihan serta kesadaran lingkungan. Dengan demikian, kawasan wisata Kalimalang tidak hanya menjadi tempat yang indah, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kehadiran wisata air dan kuliner di Kalimalang diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan perencanaan yang matang dan komitmen dari semua pihak, proyek ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon baru Kota Bekasi.