Warga Bekasi Menolak Rencana Pengembangan Kalimalang Jadi Wisata Air dan Kuliner
Beberapa warga Kota Bekasi mengecam rencana pemerintah setempat untuk mengubah aliran Kalimalang menjadi destinasi wisata air dan kuliner. Mereka merasa bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini seharusnya digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan di sekitar wilayah tersebut.
Hanantyo (27), salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa lebih baik dana tersebut digunakan untuk memperbaiki atau memperlebar jalan-jalan yang rusak di sepanjang Jalan Kalimalang. Ia menilai bahwa banyak bagian jalan yang berlubang dan tidak aman untuk dilewati.
“Lebih baik dana digunakan untuk perbaikan jalan atau pelebaran jalan sepanjang Jalan Kalimalang. Masih banyak jalan rusak dan berlubang,” ujarnya kepada Infomalangraya.com, Senin (25/8/2025). “Kalau perbaikan jalan atau galian udah diberesin, baru boleh berinovasi ada wisata air supaya cakep.”
Selain itu, Hanantyo khawatir pengembangan wisata air dan kuliner akan menyebabkan kemacetan di sekitar aliran Kalimalang. Ia mengkhawatirkan bahwa para pengunjung akan memenuhi pinggir jalan, sehingga membuat situasi lalu lintas semakin parah.
“Nanti di aliran ada kapal-kapal sama kanan kiri ada kulineran malah bikin kawasan situ jadi macet lebih parah,” tambahnya.
Warga lain, Rizky (20), juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Menurutnya, pembangunan wisata air dan kuliner tidak tepat karena berada di jalan yang rawan macet seperti Jalan KH Noer Ali. Ia merasa bahwa area tersebut tidak strategis jika dijadikan destinasi wisata.
“Kalau jadi tempat wisata kan otomatis bakal ramai, kan, banyak pengunjung, bahaya enggak ya di pinggir jalan begini?” ujarnya. Ia menilai bahwa posisi aliran Kalimalang depan Metropolitan Mal sampai Grand Kota Bintang tidak cocok sebagai tempat wisata air.
Pendanaan Proyek dari Berbagai Sumber
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa proyek ini didukung oleh dana dari pihak swasta, yaitu PT Mizu melalui program corporate social responsibility (CSR) senilai Rp 36 miliar. Selain itu, Pemkot Bekasi menyediakan tambahan dana sebesar Rp 30 miliar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan dana tambahan sebesar Rp 60 miliar.
“Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan Rp 30 miliar untuk membangun pedestrian. Mudah-mudahan sisa pembangunannya bisa sampai ke Kota Bintang dan selesai tahun depan,” kata Tri saat pidato di Kalimalang, Kamis (21/8/2025).
Direktur Utama BUMD PT Mitra Patriot, David Rahardja, menambahkan bahwa renovasi jembatan akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, anggaran awal hanya berasal dari CSR PT Mizu, dan proyek diperkirakan mulai beroperasi pada Januari 2026.
“Pengelolaannya akan dikelola BUMD, PT Mitra Patriot, dan kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga melalui proses lelang. Nanti, jembatan di atas aliran Kalimalang akan bisa dilalui kapal, dan di sisi jembatan akan ada wisata kuliner,” jelas David.
Proyek renovasi akan dimulai dari depan Metropolitan Mall hingga kawasan superblok Grand Kota Bintang. Desain jembatan melengkung akan memungkinkan kapal melewati tengah jembatan, sementara di sisi jembatan akan disediakan fasilitas kuliner.