Masalah Sanitasi yang Menyebabkan Penyakit dan Solusi dari Kementerian PKP
Kondisi sanitasi yang buruk di dalam rumah menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai jenis penyakit, termasuk infeksi bakteri E. coli. Hal ini tidak hanya merugikan kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi tingkat kemiskinan dan kualitas hidup mereka.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menggambarkan situasi ini sebagai lingkaran setan yang terdiri dari dua faktor utama, yaitu kemiskinan dan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa biaya pengobatan sering kali membuat seseorang jatuh miskin karena harus menanggung pengeluaran besar untuk perawatan kesehatan.
Program BSPS untuk Perbaikan Rumah
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian PKP melalui program Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) berupaya melakukan renovasi rumah-rumah yang tidak layak huni. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih, yang merupakan dua hal penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Fahri menjelaskan bahwa air tidak hanya digunakan untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Oleh karena itu, sanitasi dan ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam program ini.
Dalam proses perbaikan, biaya yang diperlukan dinilai cukup terjangkau. Hanya diperlukan sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per rumah untuk melakukan perbaikan sanitasi dasar. Dengan anggaran yang ada, fokus pada sanitasi tidak akan memakan banyak dana.
Pentingnya Perbaikan Lantai dan Atap
Selain sanitasi, lantai rumah juga perlu diperbaiki agar dapat memenuhi standar rumah layak huni. Lantai yang rusak bisa menjadi sumber kontaminasi, terutama bagi penyakit paru-paru. Begitu pula dengan atap yang perlu diperbaiki untuk mencegah kebocoran dan melindungi penghuni rumah dari cuaca ekstrem.
Fahri juga menyoroti pentingnya ventilasi dan struktur dinding dalam proses renovasi. Ia menegaskan bahwa renovasi rumah sangat dibutuhkan, terutama oleh masyarakat yang memiliki 20 juta rumah tidak layak huni.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PKP berencana melakukan renovasi besar-besaran dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah. Salah satunya adalah Kementerian Sosial (Kemensos), yang juga menangani perumahan untuk keluarga guru Sekolah Rakyat (SR).
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Kelautan dalam pembuatan kampung nelayan. Penataan kawasan perumahan nelayan menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa rumah-rumah tersebut tetap bersih dan layak huni.
Fokus pada Sanitasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sanitasi yang baik memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, proposal Kementerian PKP kepada Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perbaikan sanitasi sebagai langkah utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat dan pendekatan yang terarah, diharapkan dapat tercapai peningkatan kualitas perumahan dan sanitasi yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera.