Proses Seleksi Sekda Kabupaten Malang Masih Berjalan
Meski hasil Seleksi Terbuka (Selter) calon Sekda Kabupaten Malang telah diumumkan, namun tidak berarti tingkat persaingan antara para kandidat sudah selesai. Justru, saat ini menjadi momen yang tepat untuk memperlihatkan kekuatan masing-masing pihak.
Ketiga nama yang lolos tiga besar Selter kini sedang diajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendapatkan persetujuan. Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi masih dalam tahap penentuan akhir. Meskipun persetujuan Mendagri hanya formalitas, peran Bupati Malang, Muhammad Sanusi, tetap sangat penting dalam menentukan siapa yang akan terpilih sebagai Sekda definitif.
Tiga kandidat yang masuk tiga besar adalah Dr Ir Budiar, Kadis Cipta Karya; Eko Margianto, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD); serta Firmando Matondang, Kasatpol PP. Meskipun ketiganya memiliki peluang, posisi Budiar tampak lebih unggul dibandingkan dua lainnya. Namun, keunggulan ini bukan karena persaingan langsung dengan Eko dan Firmando, melainkan karena gagalnya salah satu kandidat lain, yaitu Ir Avicenna M Saniputera, Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, yang diduga “dipotong” dari tiga besar.
Rivalitas yang Masih Dinamis
Menurut sumber internal, rivalitas antara ketiga kandidat belum sepenuhnya mereda. Bahkan, hingga hari ini, situasi masih bisa berubah. Hanya sedikit orang yang tahu siapa yang akan terpilih, dan salah satunya adalah Bupati Sanusi.
Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, mengatakan bahwa Budiar tampak percaya diri. Ia bahkan menyebut kemungkinan besar Budiar sudah mengetahui bahwa dirinya akan terpilih. Sementara itu, Eko dan Firmando terlihat kurang menonjol, meskipun mereka berhasil masuk tiga besar. Menurut Kusairi, hal ini membuat mereka tidak dianggap sebagai ancaman serius bagi Budiar.
“Jika Avicenna yang lolos, pertarungan akan lebih sengit,” kata Kusairi. “Namun, saat ini seperti tidak ada rasanya alias anyep.” Ia menambahkan bahwa dua lawan Budiar terkesan seperti hanya jadi pelengkap agar persyaratan Selter terpenuhi.
Strategi yang Harus Diambil oleh Eko dan Firmando
Menurut Kusairi, Eko dan Firmando harus menunjukkan kekuatannya jika ingin diperhitungkan. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan memanfaatkan jaringan atas. Beberapa teman mereka di STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) kini menjabat posisi penting di Kemendagri.
“Jika tidak begitu, ya jangan berharap lebih. Saat ini, waktunya adu kuat di atas, bukan terlihat pasrahnya,” ujar Kusairi.
Proses Penetapan Sekda Definitif
Dr Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, menjelaskan bahwa saat ini sedang dalam proses pengajuan persetujuan dari hasil Selter ke BKN (Badan Kepegawaian Negara). Selanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan gubernur sebelum ditetapkan oleh PPK (pejabat pembina kepegawaian), dalam hal ini Bupati Sanusi.
Proses ini disebut cukup panjang, mengingat banyaknya langkah administratif yang harus dilalui. Nurman, yang pernah menjabat sebagai Pj Sekda sebelum digantikan oleh Nurcahyo pada 22 Mei 2025 lalu, menilai bahwa setiap tahap harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Dengan demikian, meski hasil Selter telah diumumkan, proses penetapan Sekda definitif masih memerlukan waktu dan kerja sama yang baik antara berbagai pihak. Semua pihak tentu berharap proses ini berjalan lancar dan sesuai harapan.