InfoMalangRaya – Peristiwa tragis menimpa pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah terlindas mobil taktis atau rantis milik Brimob saat kericuhan usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (28 Agustus 2025) malam. Insiden itu terjadi di sekitar Rumah Susun Bendungan Hilir (Rusun Benhil) II. Dalam rekaman yang beredar, rantis tampak melaju kencang di tengah kerumunan massa. Seorang pria berseragam ojol nampak terjatuh di tengah jalan, bukannya berhenti dan mundur, namun kendaraan rantis tersebut justru menabrak ojol itu. Meski korban sudah terkapar, rantis itu tetap melaju tanpa berhenti. Beberapa demonstran tampak berusaha mengejar untuk menghentikan laju kendaraan.
Baca Juga :
Sosok Affan Kurniawan, Driver Ojol Tulang Punggung Keluarga yang Tewas Terlindas Rantis Brimob
Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia. Peristiwa ini pun memicu sorotan publik, apalagi kendaraan taktis Brimob yang diketahui dibeli dengan dana negara. Publik pun lantas ramai membicarakan harga mobil taktis yang digunakan Brimob dalam peristiwa tersebut. Dari penelusuran di laman resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tercatat Polri memiliki setidaknya tujuh unit kendaraan taktis dengan harga fantastis. Nilainya berkisar antara Rp 149,9 miliar hingga yang termahal Rp 203,9 miliar per unit. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan hampir menyentuh Rp 1 triliun. “Kendaraan rantis yang dibeli oleh pajak kita untuk nginjek kawan kita sampai meninggal harganya hampir Rp1 Triliun,” tulis salah satu warganet dengan akun @riri*** yang mengkritik aksi rantis Brimob tersebut. Salah satu kendaraan taktis yang dimiliki Brimob adalah Rimueng. Rantis ini merupakan produk dalam negeri dengan bobot mencapai 14 ton dan dirancang untuk menghadapi situasi berisiko tinggi, mulai dari pengendalian massa, pengamanan obyek vital, hingga operasi di daerah konflik. Nama Rimueng diambil dari bahasa Aceh yang berarti “Harimau”. Kendaraan ini memiliki bodi berlapis baja yang mampu menahan tembakan senjata ringan. Di dalamnya, Rimueng dapat menampung hingga 12 personel lengkap dengan perlengkapan tempur.
Baca Juga :
Kalender Jawa Jumat Pon, 29 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh, dan Hari Baik
Dari segi performa, rantis ini dibekali mesin diesel bertenaga besar yang memungkinkan bergerak di berbagai medan, baik perkotaan maupun pedalaman. Rimueng juga menggunakan ban run flat tire, sehingga tetap bisa melaju meski terkena tembakan atau ranjau. Selain itu, bagian atas kendaraan dilengkapi dudukan senjata yang bisa dipasangi senapan mesin berat untuk mendukung operasi pasukan. Dengan bobot belasan ton dan tenaga mesin yang besar, rantis Rimueng menjadi kendaraan yang berbahaya jika berada di jarak dekat dengan manusia. Apabila seseorang terlindas, risiko kematian hampir tidak bisa dihindari. Kini, insiden ojol yang tewas dilindas rantis Brimob itu terus menuai kecaman publik. Selain menyoroti tindakan aparat di lapangan, warganet juga mempertanyakan penggunaan kendaraan mahal yang dibeli dari uang rakyat namun justru membunuh rakyatnya sendiri.