Kenaikan Permintaan Kostum Bertema Kemerdekaan di Kota Malang
Di tengah perayaan bulan kemerdekaan, aktivitas usaha sewa kostum di Kota Malang mengalami peningkatan yang signifikan. Salah satu pelaku usaha yang mengalami lonjakan permintaan adalah Sewa Kostum Malang by Maya, yang dikelola oleh Astrian Dhima Noormaya. Menurutnya, bulan Agustus menjadi momen paling menonjol dalam setahun.
Permintaan terhadap kostum tematik berkaitan dengan perayaan kemerdekaan seperti pakaian adat, busana pahlawan, hingga kostum ala Belanda meningkat pesat. Maya menyatakan bahwa stok yang disediakan selalu kurang meskipun jumlahnya cukup banyak. Hal ini terutama terjadi di kalangan lembaga pendidikan yang sering membutuhkan kostum untuk berbagai kegiatan.
Saat ini, Maya menyediakan sekitar 150 kostum khusus untuk tema Agustusan, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Selain digunakan dalam lomba karnaval, kostum-kostum ini juga banyak dipinjam oleh sekolah atau perguruan tinggi yang menggelar pertunjukan.
Pada hari biasa, jumlah stok yang tersedia sekitar 80 kostum. Namun, pada bulan Agustus, jumlah tersebut bisa dua kali lipat lebih besar. Harga sewa kostum yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Yang menarik, harga tersebut tidak mengalami kenaikan meski permintaan sedang tinggi. Bahkan, Maya memberikan diskon untuk penggunaan yang banyak sekaligus.
Usaha ini sudah ia jalani sejak tahun 2017. Namun, fokus pada penyediaan kostum bertema kemerdekaan baru dimulai empat tahun terakhir. Menurut Maya, bisnis sewa kostum bukan hanya sekadar usaha musiman, tetapi memerlukan strategi khusus agar dapat mengikuti momentum yang tepat.
Menurutnya, bulan Agustus seperti masa panen. Ia melakukan persiapan stok sejak awal tahun agar saat masuk bulan Agustus, tinggal menunggu pesanan datang. Di masa sibuk, Maya bahkan memperpanjang jam operasional tokonya. Biasanya toko buka dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, namun pada musim tinggi, jam operasional bisa sampai pukul 20.00 malam.
Meski begitu, ada tantangan yang dihadapi, seperti harus menolak pesanan karena stok terbatas dan melayani konsumen yang menghubungi di luar jam kerja. Namun, semua hal ini justru menjadi dorongan bagi Maya untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah, ini masa panen yang saya tunggu-tunggu setiap tahun,” ujarnya dengan penuh semangat.