IMR – Harga Cabai Makin Pedas Pengaruhi Kenaikan Inflasi

MALANG RAYA62 Dilihat

IMR – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat, meninjau stok dan harga bahan pangan di Pasar Induk Gadang (PIG ) dan Gudang Bulog di Gadang. Juga mengecek stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji di Pertamina.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan barang maupun harganya, menyambut Idul Fitri 1446 H. Agar tidak berdampak pada masyarakat, Pemkot Malang memastikan semua stok ketersediaan aman dan harganya cenderung stabil.

“Hanya harga cabai masih melambung tinggi. Harganya lebih pedas dibandingkan rasanya. Perkilonya masih Rp82-85 ribu.”

“Agar harga cabai tidak terlalu pedas, kita akan datangkan dari daerah lain yang sudah kerjasama antar daerah (KAD). Kita kendalikan harganya lewat Warung Tekan Inflasi (WTI) milik Pemkot Malang,” ungkap Wahyu Hidayat, Rabu (26/3/2025).

Komoditi cabai dan bawang pada momentum Ramadan dan menjelang lebaran, kata Wahyu, memberikan pengaruh pada kenaikan inflasi. Belum lagi ditambah pembayaran listrik di masyarakat, yang juga akan berdampak pada inflasi.

“Kami terus melakukan upaya pengendalian, dengan cara berkoordinasi dan komunikasi sekaligus pemantauan setiap waktu bersama TPID,” tambahnya.

WhatsApp Image 2025 03 26 at 13.05.20 611913f4
IMR - Harga Cabai Makin Pedas Pengaruhi Kenaikan Inflasi 2

TERSEDIA: Wali Kota Malang ketika meninjau stok beras SPHP di Komplek Gudang Bulog, Jalan Kolonel Sugiono, Gadang. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)

Meski mengalami kenaikan, Wahyu mengaku stok cabai tetap aman. Karena didatangkan dari Nganjuk, Sulawesi dan Probolinggo. Untuk memastikan lagi, pihaknya segera menjadwalkan peninjauan ke pasar-pasar lainnya.

“Untuk kebutuhan lainnya, seperti bahan bakar minyak (BBM). Pertamina memastikan gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, dipastikan aman dan tersedia di Malang Raya dan sekitarnya. Termasuk, stok beras jenis SPHP hingga 31 Maret masih aman,” ujar Wahyu.

Pada prinsipnya, Wahyu menandaskan, dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan di Kota Malang, warga tidak perlu khawatir. Stok dan ketersediaan maupun harganya masih aman dan cenderung stabil.

“Saat meninjau di Pasar Induk Gadang, kita tidak menemukan hal-hal yang signifikan. Baik stok ketersediaan maupun harganya, terkecuali harga cabai dan bawang.”

“Stok beras saja, Bulog mampu menyuplai seharinya tiga sampai empat ton pertitiknya. Informasinya tersebar di seratus titik lokasi di Malang Raya,” tandasnya.

Terpisah, Manajer PT Pertamina Fuel Terminal Malang, Tony Kurniawan menuturkan, ketersediaan BBM maupun gas elpiji ukuran 3 kilogram, dipastikan aman untuk menyambut Idul Fitri. Seperti halnya pasokan BBM sebanyak 7.200 KL juga aman, karena tidak perlu penambahan.

“Yang jelas kebutuhan masyarakat terkait BBM dan gas elpiji, bisa terpenuhinya dengan aman, selama pelaksanaan Idul Fitri 2025 ini berlangsung.”

“Mengenai pengaruh dampak isu BBM oplosan di pusat, dampak penurunannya di Kota Malang sekitar 20 persen,” tutur Tony. (Iwan Irawan – Ra Indrata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *