Proyek SPAM Diyeng II Akan Selesaikan Krisis Air Bersih di Lima Kecamatan Malang Selatan
Krisis air bersih yang terjadi di lima kecamatan di wilayah Malang Selatan akan segera teratasi dengan dibangunnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Sumber Diyeng II. Proyek ini akan berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pembangunan SPAM ini menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di daerah tersebut.
Menurut Kabag Perencanaan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Hadi Wijaya, proyek SPAM Diyeng II berasal dari Kementerian PU. Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan ini mencapai Rp 60 miliar, yang berasal dari APBN. Rencananya, proses pelelangan akan dilakukan pada minggu kedua bulan September. Setelah itu, pengerjaan proyek diperkirakan dimulai pada awal Oktober 2025.
“Berdasarkan jadwal pembangunan SPAM ini membutuhkan waktu selama 10 bulan. Jika mulai dibangun pada Oktober maka akan selesai pada Agustus 2026,” ujar Hadi saat dikonfirmasi dalam acara Jelajah Sumber Air, Senin (25/8/2025).
Tahapan Pembebasan Tanah dan Pengembangan Infrastruktur
Tahap pertama pembangunan SPAM Diyeng II akan fokus pada pembangunan penangkap air (broncaptering), bak penampung, perpompaan, serta jaringan distribusi utama di titik mata air. Setelah infrastruktur dasar selesai dibangun, Perumda Tirta Kanjuruhan akan melanjutkan pemasangan jaringan distribusi serta sambungan rumah (SR) kepada penerima manfaat.
“Pada tahap pertama, air akan dialirkan ke tandon yang ada di Dusun Gampingan serta SMA Taruna di Kecamatan Pagak,” jelas Hadi.
Sumber air Diyeng memiliki kapasitas debit air sebesar 1.357 liter/detik. Namun, sesuai Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA), hanya sekitar 240 liter/detik yang akan dimanfaatkan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan.
Manfaat SPAM Diyeng II untuk Masyarakat
Dengan adanya SPAM Diyeng II, sumber air ini nantinya akan melayani sekitar 24 ribu sambungan rumah (SR) di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kepanjen, Pagak, Bantur, Kalipare, dan Donomulyo. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memastikan pasokan air bersih yang stabil dan cukup.
Selain mengurus SIPA, pihak Perumda Tirta Kanjuruhan juga telah melakukan pengurusan seluruh perizinan terkait. Selain itu, telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat serta masyarakat terkait pembangunan SPAM ini.
“Sehingga bukti perizinan ini untuk mencegah adanya gesekan dengan warga karena tanah ini sudah atas nama Perumda Tirta Kanjuruhan,” tambah Hadi.
Langkah Persiapan dan Koordinasi
Pihak Perumda Tirta Kanjuruhan telah mempersiapkan berbagai aspek penting sebelum memulai pembangunan. Mulai dari perizinan hingga koordinasi dengan masyarakat setempat. Hal ini bertujuan agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait pembebasan lahan atau konflik sosial.
Dengan rencana yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, SPAM Diyeng II diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah Malang Selatan. Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan lembaga swasta bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.