Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot
    AA1KFqDg - Info Malang Raya

    Ramalan Zodiak Pisces 26 Agustus 2025: Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

    30 Agustus 2025
    PM Thailand Paetongtarn Shinawatra dan peristiwa pembantaian Tak Bai Pattani 2004 - Info Malang Raya

    Mahkamah Konsitusi Thailand Pecat PM Paetongtarn Shinawatra Gegara Telepon Paman

    30 Agustus 2025
    AA1LjSfy - Info Malang Raya

    Wuling Hadirkan BinguoEV dan Mitra EV di GIIAS Surabaya 2025, Cek Promo Spesialnya

    30 Agustus 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Trending
    • Ramalan Zodiak Pisces 26 Agustus 2025: Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
    • Mahkamah Konsitusi Thailand Pecat PM Paetongtarn Shinawatra Gegara Telepon Paman
    • Wuling Hadirkan BinguoEV dan Mitra EV di GIIAS Surabaya 2025, Cek Promo Spesialnya
    • Ratusan Ojol Demo Polres Jombang: Jangan Jadikan Kami Musuh Kalian!
    • Pengalaman di Mobil Bekas, Focus Motor Siap Jadi Brand China ATPM
    • Ratusan Ojol Geruduk Polres Tuban Gelar Aksi Damai dan Sholat Gaib
    • Nissan Hentikan Produksi GT-R R35, Model Pengganti Siap Dirilis
    • Buka Cabang Baru, Showroom Mobil Bekas Berani Beri Garansi 10 Tahun
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    • LIPUTAN KHUSUS
    • MALANG RAYA
      • KOTA MALANG
      • KABUPATEN MALANG
      • KOTA BATU
    • JAWA TIMUR
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • RAGAM
      • TEKNOLOGI
      • UNDANG-UNDANG
      • WISATA & KULINER
      • KOMUNITAS
      • IMR ENGLISH
    • OPINI
    • COVER HARIAN IMR
    • LOGIN
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    • LIPUTAN KHUSUS
    • MALANG RAYA
    • KOTA MALANG
    • KABUPATEN MALANG
    • KOTA BATU
    • JAWA TIMUR
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • RAGAM
    • KOMUNITAS
    • WISATA & KULINER
    • KAJIAN ISLAM
    • TEKNOLOGI
    • UNDANG-UNDANG
    • INFO PROPERTI & LOWONGAN KERJA
    • TIPS & TRIK
    • COVER HARIAN IMR
    • IMR TV
    • LOGIN
    Beranda - RAGAM - Tidak Lagi Dukung, Insentif Mobil Listrik BYD Disarankan Berhenti 2026
    RAGAM

    Tidak Lagi Dukung, Insentif Mobil Listrik BYD Disarankan Berhenti 2026

    By admin29 Agustus 2025
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
    AA1LjOGH - Info Malang Raya

    Perubahan Kebijakan Kendaraan Listrik di Indonesia

    Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Salah satu strategi utama pemerintah adalah pemberian insentif untuk mobil listrik impor, termasuk kepada merek-merek besar seperti BYD. Namun, menjelang akhir 2025, arah kebijakan mulai bergeser. Pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan menyarankan agar insentif impor mobil listrik tidak dilanjutkan pada 2026. Langkah ini menandai transisi penting dari fase penetrasi pasar menuju industrialisasi lokal.

    Insentif yang Mendorong Lonjakan Adopsi

    Sejak awal 2024, pemerintah Indonesia menerapkan berbagai insentif untuk mobil listrik impor dalam bentuk Completely Built-Up (CBU). Berdasarkan Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 junto Nomor 1 Tahun 2024, insentif tersebut mencakup pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Selain itu, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025, pemerintah juga menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% untuk mobil listrik dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%.

    Hasilnya cukup signifikan. Populasi kendaraan listrik di Indonesia melonjak dari 207.478 unit pada 2024 menjadi 274.802 unit pada pertengahan 2025. BYD, sebagai salah satu pemain utama, berhasil menarik perhatian publik dengan model-model seperti Atto 1 dan Dolphin yang dijual dengan harga kompetitif berkat insentif tersebut.

    Namun, di balik keberhasilan itu, muncul kekhawatiran bahwa insentif jangka panjang terhadap produk impor bisa menghambat pertumbuhan industri otomotif lokal.

    Titik Balik: Menuju Produksi Dalam Negeri

    Pemerintah telah menetapkan bahwa insentif impor mobil listrik akan berakhir pada 31 Desember 2025. Mulai 2026, produsen yang ingin terus berpartisipasi dalam ekosistem KBLBB diwajibkan untuk melakukan produksi lokal dengan rasio 1:1 terhadap jumlah unit yang telah diimpor. Artinya, jika sebuah merek telah mengimpor 10.000 unit, maka mereka harus memproduksi 10.000 unit di dalam negeri.

    BYD menyambut kebijakan ini dengan sikap positif. Luther T. Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa insentif tersebut justru mendorong percepatan pembangunan fasilitas produksi lokal. Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026, memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun dan menelan investasi sekitar USD 1 miliar (sekitar Rp 16,2 triliun).

    Langkah ini tidak hanya memenuhi komitmen pemerintah, tetapi juga membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

    Tantangan dan Transisi

    Meski transisi menuju produksi lokal terdengar ideal, tantangannya tidak kecil. Proses industrialisasi membutuhkan kesiapan infrastruktur, tenaga kerja terampil, dan ekosistem rantai pasok yang solid. Selain itu, produsen harus memastikan bahwa harga jual kendaraan tetap kompetitif meski tidak lagi mendapat insentif impor.

    Di sisi lain, penghentian insentif impor juga menimbulkan risiko penurunan minat konsumen jika harga mobil listrik melonjak tajam. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa insentif produksi lokal dan dukungan terhadap TKDN tetap berjalan agar harga tetap terjangkau.

    Peluang Baru: Dari Konsumen ke Produsen

    Penghentian insentif impor bukanlah akhir dari dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik. Justru, ini adalah langkah strategis untuk mengubah Indonesia dari pasar konsumen menjadi pusat produksi. Dengan fasilitas seperti pabrik BYD di Subang, Indonesia berpotensi menjadi eksportir kendaraan listrik ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

    Selain itu, kebijakan ini mendorong transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri komponen lokal. Jika dijalankan dengan konsisten, Indonesia bisa menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

    Dari Subsidi ke Kemandirian

    Keputusan untuk tidak melanjutkan insentif impor mobil listrik pada 2026 adalah sinyal bahwa Indonesia siap naik kelas. Setelah fase awal yang didorong oleh subsidi, kini saatnya industri otomotif nasional berdiri di atas kaki sendiri. BYD dan merek lain yang telah menikmati insentif selama dua tahun terakhir, kini ditantang untuk berinvestasi lebih dalam dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan industri lokal.

    Jika transisi ini berhasil, maka Indonesia bukan hanya akan menjadi pasar mobil listrik yang besar, tetapi juga pusat inovasi dan produksi yang diperhitungkan di tingkat regional. Dan itu, pada akhirnya, adalah bentuk dukungan yang jauh lebih berkelanjutan daripada sekadar insentif fiskal.

    Jumlah Pembaca: 8

    Angkutan Bisnis Industri otomotif Pemerintah peraturan Pemerintah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link

    Berita Terkait

    AA1KFqDg - Info Malang Raya

    Ramalan Zodiak Pisces 26 Agustus 2025: Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

    30 Agustus 2025
    AA1LjSfy - Info Malang Raya

    Wuling Hadirkan BinguoEV dan Mitra EV di GIIAS Surabaya 2025, Cek Promo Spesialnya

    30 Agustus 2025
    AA1vM5Kw - Info Malang Raya

    Pengalaman di Mobil Bekas, Focus Motor Siap Jadi Brand China ATPM

    30 Agustus 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    banner 300250
    banner 300250
    banner 250250
    Search
    BERITA POPULER
    FB IMG 1748085073108 - Info Malang Raya

    Ironi Psywar: Arema FC yang Dulu Dilecehkan, Kini Justru Menendang PSS Sleman

    24 Mei 20252
    IMG 20241030 WA0003 - Info Malang Raya

    Asmara Terlarang Berujung Maut di Homestay: Istri Kepergok Suami Bersama Pria Lain

    30 Oktober 20243
    info malang raya - Info Malang Raya

    Skandal Korupsi Rel Kereta Api: Pejabat BPK Terlibat Suap Manipulasi Audit Proyek Jalur Kereta”

    16 November 20241
    info malang raya 1 - Info Malang Raya

    Hisap Kelamin Pacar Pria di Mobil Berujung Menabrak Orang

    18 November 202427
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • INDEX BERITA
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • REDAKSI
    © 2016 Infomalangraya. Designed by Mohenk.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.