Film-Film Terbaik A24 yang Layak Ditonton
A24, sebuah studio film yang dikenal dengan karya-karyanya yang unik dan berani, kembali menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Meskipun tidak terkait langsung dengan isu Danantara yang sempat viral di media sosial, A24 tetap mempertahankan reputasinya sebagai produsen film berkualitas tinggi. Dari sekian banyak film yang telah mereka produksi, berikut adalah beberapa karya terbaik yang layak kamu tahu.
1. Everything Everywhere All at Once (2022)
Film ini mengisahkan Evelyn Wang (Michelle Yeoh) yang hidup dalam kehidupan biasa dan penuh tekanan. Tapi semua berubah ketika ia terseret ke dalam dunia multiverse. Di sini, ia harus menghadapi versi dirinya sendiri untuk menyelamatkan realitas. Disutradarai oleh duo Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, film ini memenangkan 7 Oscars dan menawarkan campuran antara kekacauan visual dan kedalaman emosional yang jarang ditemukan dalam film mainstream.
2. Moonlight (2016)
Moonlight mengikuti kehidupan Chiron dalam tiga fase: masa kecil, remaja, dan dewasa. Film ini menggambarkan bagaimana ia memahami dirinya di tengah tekanan sosial dan kebingungan akan identitas seksualnya. Di tangan Barry Jenkins, film ini menjadi karya yang puitis dan intim, dengan performa kuat dari Trevante Rhodes, Mahershala Ali, dan Naomie Harris. Kemenangannya sebagai Best Picture di Oscars menegaskan bahwa cerita kecil bisa memiliki dampak besar.
3. Lady Bird (2017)
Lady Bird adalah potret masa remaja yang sangat dekat—tentang keinginan untuk “kabur” dari kehidupan yang terasa sempit, sekaligus konflik dengan orang tua yang diam-diam penuh cinta. Karakter Lady Bird (Saoirse Ronan) menjalani fase pencarian jati diri dengan segala kesalahan, ambisi, dan emosinya. Film debut Greta Gerwig ini mengandalkan dinamika hubungan ibu-anak yang diperankan luar biasa oleh Laurie Metcalf.
4. Minari (2020)
Minari menceritakan keluarga imigran Korea yang mencoba membangun kehidupan baru di Arkansas. Sang ayah memiliki mimpi besar, sementara anggota keluarga lain harus beradaptasi dengan realitas yang tidak selalu mudah. Film ini dibintangi Steven Yeun dan Han Ye-ri, dengan Youn Yuh-jung sebagai salah satu tokoh utama yang membawanya meraih Oscars. “Minari” menjadi simbol ketahanan—tumbuh di mana saja, meski dalam kondisi sulit.
5. The Whale (2022)
Charlie (Brendan Fraser) hidup terisolasi di apartemennya, membawa beban fisik dan emosional yang besar. Di balik kondisi tersebut, ia menyimpan keinginan sederhana: memperbaiki hubungannya dengan sang anak yang telah lama ia tinggalkan. Film ini bergerak pelan, tapi penuh tekanan emosional. Performa Fraser yang sangat personal membawanya meraih Oscars Best Actor, sekaligus menjadi momen comeback yang kuat dalam kariernya.
6. Past Lives (2023)
Past Lives mengikuti dua sahabat masa kecil yang terpisah oleh migrasi dan waktu. Pertemuan kembali mereka menghadirkan perasaan yang tidak pernah benar-benar selesai. Film debut Celine Song ini dibintangi Greta Lee, Teo Yoo, dan John Magaro. Dengan konsep “inyeon” (takdir hubungan), film ini menyajikan refleksi halus tentang cinta, pilihan hidup, dan kemungkinan yang tidak pernah terjadi.
7. The Zone of Interest (2023)
Film ini memperlihatkan bagaimana keluarga komandan kamp hidup berdampingan dengan horor tanpa benar-benar “melihatnya”. Disutradarai Jonathan Glazer, film ini mengandalkan suara sebagai elemen utama untuk menciptakan ketegangan. Performa Christian Friedel dan Sandra Hüller memperkuat gambaran tentang banalitas kejahatan. Film ini memenangkan 2 Oscars dan dipuji sebagai salah satu karya paling menggugah secara moral.
8. Room (2015)
Bagi Jack, dunia hanya seluas “Room”, tempat ia tumbuh bersama ibunya tanpa mengetahui realitas di luar sana. Dari sudut pandangnya yang polos, ruang sempit itu terasa seperti seluruh dunia, sampai akhirnya ia harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih luas dan asing. Film ini, yang disutradarai Lenny Abrahamson, menjadi semakin kuat berkat performa Brie Larson yang memenangkan Oscars.
9. Ex Machina (2014)
Seorang programmer diundang ke rumah terpencil milik CEO perusahaannya untuk melakukan eksperimen pada robot AI. Awalnya terlihat seperti uji teknologi biasa, tapi perlahan berubah menjadi permainan psikologis yang penuh manipulasi dan ketidakpastian. Film debut Alex Garland ini dibintangi Domhnall Gleeson, Oscar Isaac, dan Alicia Vikander. Dengan pendekatan minimalis, film ini justru berhasil menghadirkan pertanyaan besar tentang kesadaran, kontrol, dan apa artinya menjadi manusia.
10. Aftersun (2022)
Liburan musim panas antara seorang ayah dan anak ini terlihat biasa—bermain, berenang, dan menghabiskan waktu bersama. Namun, melalui potongan-potongan memori, perlahan terungkap bahwa ada sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh sang anak saat itu. Debut Charlotte Wells ini dibintangi Paul Mescal dan Frankie Corio. Dengan pendekatan yang sangat halus, film ini menggambarkan depresi, kehilangan, dan ingatan yang menjadikannya salah satu film paling emosional dari era modern A24.
Itulah deretan film terbaik dari A24 yang berhasil membuktikan bahwa cerita unik dan berani bisa bersinar hingga panggung Academy Awards. Dari semua pilihan tadi, mana yang paling bikin kamu penasaran buat ditonton duluan?







