Delapan Amalan Sunnah Sebelum Salat Idul Fitri 2026/1447H
Sholat Idul Fitri merupakan salah satu sholat sunnah muakkad yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal tahun Hijriah. Selain melaksanakan sholat tersebut, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat melaksanakan sholat Idul Fitri. Tujuan dari amalan-amalan ini adalah untuk menyempurnakan ibadah dan menambah keberkahan di hari raya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika banyak hati manusia mati.”
(HR. Ibnu Majah).
Sunah Ketika Berangkat Sholat Idul Fitri
Kementerian Agama menyebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan ketika berangkat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri:
Mandi sebelum berangkat salat
Umat Islam dianjurkan mandi terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Fitri sebagai bentuk menjaga kebersihan dan menghormati hari raya.Memakai pakaian terbaik dan berhias
Idul Fitri menjadi momen bagi umat Islam untuk berhias dan menampilkan penampilan terbaik sebagai wujud kebahagiaan di hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan diri, memotong kuku, memakai wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik atau pakaian baru. Anjuran berhias berlaku bagi semua orang, termasuk yang tidak mengikuti salat Id. Namun bagi perempuan, berhias tetap harus memperhatikan batasan syariat seperti menutup aurat dan tidak menarik perhatian laki-laki yang bukan mahram.Makan terlebih dahulu sebelum berangkat
Pada Idul Fitri dianjurkan makan sebelum salat, biasanya dengan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil. Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam diharamkan berpuasa sehingga dianjurkan berniat untuk tidak berpuasa pada hari tersebut. Sebelum berangkat salat Id, Rasulullah SAW juga mencontohkan makan kurma terlebih dahulu dengan jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad dan Bukhari.Memperbanyak takbir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tasbih sejak malam hingga sebelum salat Id dimulai. Takbir Idul Fitri dianjurkan sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi 1 Syawal, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185. Takbir terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muqayyad yang dibaca setelah salat dan takbir mursal yang dapat dibaca kapan saja. Takbir dapat dikumandangkan di berbagai tempat dan waktu kesunahan takbir berlangsung hingga dimulainya salat Id atau hingga waktu salat Id dianjurkan ketika matahari mulai naik.Berangkat menuju tempat salat Idul Fitri
Disunahkan berangkat menuju tempat salat Id dengan penuh kegembiraan untuk melaksanakan ibadah bersama kaum Muslim. Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri bersama keluarga dan para sahabat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Beliau juga mencontohkan mengambil rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat. Selain itu, pelaksanaan salat Idul Fitri biasanya diakhirkan hingga matahari naik setinggi tombak agar umat Islam memiliki waktu untuk menunaikan zakat fitrah.Shalat Id di lapangan
Dalam hadis sahih riwayat Imam Al Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: “Dan dari Abu Sa’id Al Khudri Radiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, beliau keluar pada hari Idul Fitri dan Adha ke mushala. Dan yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat.’” Yang dimaksud mushala dalam hadis tersebut yakni tanah lapang yang letaknya berada di pintu masuk Madinah sebelah timur. Sementara yang dimaksud ‘yang pertama kali dilakukan adalah shalat’, yaitu Nabi Muhammad tak memulai dengan khutbah terlebih dahulu.Mengajak semua keluarga ke tempat shalat Id
Di hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, Nabi Muhammad mengajak semua keluarganya ke tanah lapang tempat pelaksanaan shalat Id.Jalan kaki menuju tempat shalat Id
Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad saat menuju ke tempat shalat Id adalah berjalan kaki.
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Salat Idul Fitri merupakan salat sunnah dua rakaat yang dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah.
Niat sebagai Imam
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”Niat sebagai Makmum
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”Niat Salat Sendiri
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram dibaca doa iftitah, kemudian tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah dan surat Al-A’la, lalu dilanjutkan dengan rukun salat seperti rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah dan surat Al-Ghasyiyah, kemudian dilanjutkan dengan rukun salat hingga tasyahud akhir dan salam. Setelah salat selesai, dianjurkan menyampaikan dua khutbah Idul Fitri.







