Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal

    11 April 2026

    9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga

    11 April 2026

    Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 12 April 2026
    Trending
    • Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal
    • 9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga
    • Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship
    • 36 Blok WPR di Bangka Belitung, Penambang Dilarang Masuk IUP PT Timah
    • 5 Sekuel Drakor Paling Dinantikan 2026, Termasuk Musim 2 Bloodhounds!
    • Komdigi Sebut Ada Miskomunikasi, Steam Belum Terhubung IGRS
    • Iran Ancam Serang Pusat Data AI Nilai Rp509 Triliun Milik Nvidia dan Cisco
    • Pengadilan Eks Dirut PUDAM Gorontalo Utara Digelar Senin Ini
    • Kombinasi Warna Denim yang Menarik
    • Dulu Mobil, Kini Rumah Dinas Rp25 M, Gubernur Kaltim Rudy Masud Tegaskan Transparan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Apakah Telur Berkulit Retak Masih Aman Dikonsumsi?

    Apakah Telur Berkulit Retak Masih Aman Dikonsumsi?

    adm_imradm_imr11 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Telur dengan Cangkang Retak: Apakah Masih Aman Dikonsumsi?

    Telur adalah salah satu bahan makanan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain harganya terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan, mulai dari telur dadar sederhana hingga campuran dalam kue dan makanan lainnya. Kandungan protein yang tinggi membuat telur menjadi pilihan favorit banyak orang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

    Namun, tidak jarang kamu menemukan telur dengan kondisi cangkang yang retak, baik karena terbentur saat dibawa pulang dari pasar maupun akibat tekanan saat penyimpanan. Ini sering menimbulkan keraguan untuk mengonsumsinya. Apakah telur dengan cangkang retak masih aman dikonsumsi, atau justru berisiko bagi kesehatan? Pertanyaan ini penting untuk dipahami, karena kondisi cangkang telur berperan besar dalam melindungi isi telur dari kontaminasi.

    1. Apakah Telur yang Retak Aman untuk Dikonsumsi?

    Jawaban singkatnya: tidak! Alasannya, bakteri dapat masuk ke dalam telur melalui retakan. Yang paling umum adalah Salmonella. Diperkirakan 1 dari setiap 20.000 telur terkontaminasi Salmonella. Namun, mengingat masalah pencernaan serius yang dapat terjadi jika kamu sakit karenanya, lebih baik berhati-hati daripada menyesal.

    Terutama jika kamu tidak tahu kapan retakan itu terjadi atau bagaimana retakan itu muncul, sebaiknya buang saja. Namun, jika kamu secara tidak sengaja memecahkan telur dalam perjalanan pulang atau saat sudah sampai di rumah, kemungkinan telur masih aman dikonsumsi. Namun, segera keluarkan dari cangkangnya dan masukkan ke dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat dan simpan di lemari es hingga dua hari.

    2. Apa Risiko Mengonsumsi Telur yang Rusak?

    Mengonsumsi telur yang terkontaminasi bakteri dapat membuat kamu mengalami gejala seperti mual, diare, kram perut, dan demam, yang dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Namun, anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang dewasa di atas usia 65 tahun, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin berisiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan meninggal akibat keracunan makanan.

    Mengingat potensi risikonya yang fatal, ada baiknya berhati-hati saat akan mengonsumsi telur.

    3. Kapan Aman Mengonsumsi Telur yang Retak dan Kapan Tidak Aman?

    Berikut ini panduan untuk mencegah penyakit bawaan makanan dari telur yang retak:

    • Retakan dangkal atau retakan baru yang dibuat di rumah: Jika telur baru saja retak dan telah disimpan di lemari es, telur masih bisa dikonsumsi dengan catatan harus segera dikonsumsi.
    • Telur sudah retak saat dibeli: Kamu tidak boleh membeli atau mengonsumsi telur yang retak sejak di toko karena tidak jelas berapa lama telur tersebut telah terpapar potensi kontaminasi dari Salmonella atau patogen lainnya.
    • Telur rebus yang retak saat dimasak: Jika telur menjadi retak saat direbus, maka telur ini umumnya aman asalkan telur tersebut bersih dan segar sejak awal, dan dimasak hingga suhu 71 derajat Celsius.
    • Telur rebus setengah matang yang retak saat dimasak: Sebagian besar telur rebus setengah matang memiliki kuning telur yang encer, yang sering kali berarti telur tersebut belum mencapai suhu 71 derajat Celsius dan mungkin mengandung bakteri.

    4. Cara Lain untuk Mengetahui Apakah Telur yang Retak Masih Aman untuk Dikonsumsi

    Jika kamu memiliki telur yang baru saja retak dan ingin memastikan telur tersebut aman untuk dikonsumsi, ada metrik lain yang dapat membantu kamu memutuskan:

    • Bau: Cara terbaik untuk mengetahui apakah telur sudah busuk adalah dengan mencium baunya. Telur busuk akan memiliki bau yang tidak sedap.
    • Petunjuk visual: Bagaimana tampilan telur juga dapat membantumu menentukan apakah telur tersebut aman dikonsumsi. Telur umumnya harus mempertahankan bentuknya, putih telur harus jernih, dan kuning telur harus berwarna kuning cerah. Telur yang terkontaminasi mungkin keruh, encer, atau berubah warna.
    • Uji apung: Setiap telur mengandung kantung udara kecil di ujung telur yang lebar, tepat di bawah cangkang. Inilah yang menciptakan bintik pipih di ujung telur rebus yang sudah dikupas. Seiring waktu, kelembapan dan karbon dioksida keluar melalui pori-pori cangkang sehingga lebih banyak udara masuk dan kantong udara tersebut membesar. Karena itu, telur yang lebih tua sering kali mengapung di air, sementara telur yang masih segar biasanya tenggelam. Namun, metode ini tidak selalu akurat karena faktor lain seperti ketebalan cangkang atau suhu juga dapat memengaruhi apakah telur mengapung atau tidak.

    5. Cara Menghindari Telur Retak

    Cara terbaik untuk menghindari mengonsumsi telur yang retak adalah dengan memeriksanya terlebih dahulu sebelum membelinya. Biasakan untuk mengecek kondisi telur satu per satu, terutama bagian cangkangnya, untuk memastikan tidak ada retakan atau kerusakan. Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa mengurangi risiko membeli telur yang sudah terkontaminasi atau kualitasnya kurang baik.

    Pada akhirnya, keamanan telur retak sangat bergantung pada kondisi retaknya dan cara penanganannya. Jika retakan sangat kecil dan telur segera dimasak hingga matang, risikonya bisa diminimalkan. Namun, jika retakan cukup besar atau telur sudah lama disimpan, lebih aman untuk tidak mengonsumsinya demi menghindari risiko kontaminasi bakteri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    11 Jenis Soto Khas Indonesia yang Terkenal dan Langka

    By adm_imr11 April 20261 Views

    5 Brownies Lezat yang Harus Dicoba

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Pameran Makanan 2026 Soroti Perkembangan Kuliner Lokal

    By adm_imr11 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal

    11 April 2026

    9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga

    11 April 2026

    Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship

    11 April 2026

    36 Blok WPR di Bangka Belitung, Penambang Dilarang Masuk IUP PT Timah

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?