Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Perusahaan Perikanan Malang Siap Masuk Pasar Global

    21 April 2026

    Bau Tak Sedap di Area Intim? Waspada Kondisi Ini

    21 April 2026

    Dr Usman Jakfar: Peran Pesantren Kunci Kemajuan Bangsa

    21 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 21 April 2026
    Trending
    • Perusahaan Perikanan Malang Siap Masuk Pasar Global
    • Bau Tak Sedap di Area Intim? Waspada Kondisi Ini
    • Dr Usman Jakfar: Peran Pesantren Kunci Kemajuan Bangsa
    • Di Balik Tuduhan, Ini Fakta di Balik 750 Dapur MBG Uya Kuya
    • Turnamen Domino Surabaya 2026 Dibuka Wakil Wali Kota Armuji, Legitimasi Olahraga Pikiran
    • Tiket Kereta ke Stadion Piala Dunia 2026 AS Melonjak 12 Kali Lipat
    • 6 cara efektif ajarkan anak hindari pelecehan seksual menurut ahli psikologi
    • Jemaah Haji Sukoharjo Buktikan Panggilan Allah, Usia 21 hingga 88 Tahun
    • Apa Itu Pijat Limfatik dan Manfaatnya bagi Tubuh
    • 6 Kebiasaan Sosial Orang Prancis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»BRICS: Strategi Tersembunyi di Tengah Krisis Iran

    BRICS: Strategi Tersembunyi di Tengah Krisis Iran

    adm_imradm_imr21 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Diam sebagai Strategi Diplomasi dalam Konflik Iran dan Barat



    Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel, banyak pihak menganggap bahwa BRICS tidak memiliki peran signifikan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang lebih jelas, sikap diam BRICS bukanlah tanda kekosongan posisi, melainkan refleksi dari strategi kolektif yang kompleks—yaitu menjaga keseimbangan kepentingan sambil tetap memberikan dukungan implisit terhadap Iran sebagai anggota dalam konfigurasi BRICS Plus.

    Alih-alih terjebak dalam logika blok militer seperti pada era Perang Dingin, BRICS memilih jalur yang lebih fleksibel dan berbasis kepentingan jangka panjang. Dalam konteks ini, “ketiadaan suara keras” bisa diartikan sebagai bentuk diplomasi senyap yang memberi ruang manuver lebih luas bagi setiap negara anggotanya tanpa merusak kohesi internal.

    Diam sebagai Diplomasi Multi-Arah

    Salah satu kritik utama terhadap BRICS adalah kurangnya sikap kolektif yang tegas dalam merespons konflik Iran. Namun, pendekatan ini bisa dimaknai sebagai bentuk diplomasi multi-arah yang menghindari eskalasi lebih lanjut. Dalam lingkungan geopolitik yang terfragmentasi, pernyataan keras sering kali mempersempit ruang negosiasi.

    Negara-negara seperti India, Tiongkok, dan Rusia memiliki kepentingan yang berbeda, tetapi mereka disatukan oleh visi bersama: menahan dominasi unipolar dan menjaga stabilitas global. Dengan tidak mengeluarkan sikap konfrontatif terhadap Barat, BRICS tetap mampu menjaga jalur komunikasi terbuka dengan semua pihak, termasuk dengan Iran.

    Dalam konteks ini, dukungan terhadap Iran tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk retorika publik. Dukungan bisa hadir dalam bentuk tindakan strategis—seperti perlindungan jalur perdagangan, penolakan resolusi yang merugikan Iran, atau bahkan pembiaran diplomatik yang memberi ruang bagi Iran untuk bertahan dalam tekanan internasional.

    Dukungan Terselubung dan Politik Kepentingan

    Sikap BRICS yang tampak pasif justru memungkinkan anggotanya memperoleh keuntungan strategis. Tiongkok dan Rusia, misalnya, menggunakan posisi mereka di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan resolusi yang dapat melegitimasi penggunaan kekuatan militer di Selat Hormuz—langkah yang secara tidak langsung menguntungkan Iran.

    India di sisi lain mengamankan jalur pelayaran melalui negosiasi langsung dengan Iran. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada deklarasi resmi kolektif, negara-negara BRICS tetap memainkan peran penting dalam mengurangi tekanan terhadap Iran dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

    Dukungan seperti ini bersifat subtil namun efektif. Ia tidak memancing konfrontasi terbuka, tetapi tetap memberikan ruang napas bagi Iran dalam menghadapi tekanan geopolitik dan ekonomi.

    Iran dalam BRICS: Jalan Keluar dari Isolasi dan Keuntungan Geopolitik

    Masuknya Iran ke dalam BRICS bukan sekadar simbol diplomatik, melainkan bagian dari strategi besar keluar dari isolasi global. Selama bertahun-tahun, Iran berada dalam tekanan sanksi Barat, terutama dari Amerika Serikat. Keanggotaan dalam BRICS membuka kanal alternatif yang sebelumnya tertutup.

    Secara geopolitik, Iran memperoleh tiga keuntungan utama. Pertama, akses pada jaringan ekonomi non-Barat yang luas. BRICS mewakili lebih dari 40% populasi dunia dan sekitar seperempat ekonomi global, sehingga menjadi pasar potensial bagi energi Iran serta mitra dagang baru. Kedua, peluang mengurangi ketergantungan pada dolar melalui transaksi mata uang lokal, yang menjadi strategi penting untuk menghindari tekanan sanksi. Ketiga, peningkatan posisi tawar diplomatik—Iran tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari blok besar yang mendorong tatanan dunia multipolar.

    Lebih jauh, BRICS memberi Iran platform untuk menyuarakan kepentingannya di luar sistem internasional yang selama ini didominasi Barat. Dalam konteks konflik, ini berarti Iran tidak sepenuhnya terisolasi secara politik. Bahkan jika dukungan tidak muncul dalam bentuk militer atau deklarasi keras, keberadaan Iran dalam BRICS sudah menjadi “tameng struktural” yang memperkuat daya tahannya.

    Menuju BRICS sebagai Poros Global South

    Dengan pertemuan BRICS berikutnya dijadwalkan berlangsung di India pada September atau Oktober, arah pembahasan diperkirakan akan bergeser dari krisis energi di Asia Barat menuju isu stagnasi ekonomi global. Pergeseran ini menunjukkan bahwa BRICS tidak ingin terjebak dalam respons jangka pendek terhadap konflik, tetapi berupaya membangun agenda yang lebih struktural.

    Dalam konteks ini, konflik Iran justru menjadi ujian kedewasaan BRICS sebagai representasi Global South. Bukan soal seberapa keras mereka bersuara, tetapi seberapa mampu mereka menjaga stabilitas sambil memperkuat posisi kolektif di tengah sistem global yang berubah.

    Perhatian dunia terhadap Global South pun meningkat, tidak lagi sekadar sebagai objek, tetapi sebagai aktor yang mulai menentukan arah. Namun ekspektasi terhadap BRICS kini menjadi lebih realistis: ia bukan aliansi militer, melainkan platform strategis jangka panjang.

    Di sinilah letak kekuatan sekaligus keunikan BRICS—ia bekerja dalam senyap, tetapi dampaknya perlahan membentuk ulang peta kekuatan global.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ketegangan Meningkat, AS Perluas Operasi di Lautan, Kapal Iran Jadi Sasaran

    By adm_imr21 April 20262 Views

    Anwar Ibrahim Buka Suara: Banyak Negara Berebut Minyak Rusia

    By adm_imr21 April 20263 Views

    Tiga Hari Kritis, Perang Iran-AS-Israel Mengancam

    By adm_imr21 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Perusahaan Perikanan Malang Siap Masuk Pasar Global

    21 April 2026

    Bau Tak Sedap di Area Intim? Waspada Kondisi Ini

    21 April 2026

    Dr Usman Jakfar: Peran Pesantren Kunci Kemajuan Bangsa

    21 April 2026

    Di Balik Tuduhan, Ini Fakta di Balik 750 Dapur MBG Uya Kuya

    21 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?