Penyelesaian Polemik Denada dan Ressa Rossano
Setelah hampir 24 tahun terpisah, akhirnya Denada dan Ressa Rossano sepakat untuk berdamai. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah sebelumnya Ressa mengajukan gugatan terhadap Denada terkait dugaan penelantaran anak senilai Rp7 miliar. Kini, kedua pihak telah memutuskan untuk mencabut gugatan tersebut dan menjalin hubungan yang lebih harmonis.
Pertemuan pertama antara Denada dan Ressa berlangsung saat buka puasa bersama di kawasan Jakarta Selatan pada 19 Maret 2026. Hal ini diikuti oleh pertemuan kedua pada momen Idulfitri tanggal 21 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga orang tua yang mengasuh Ressa sejak bayi. Momen ini menjadi sorotan karena sebelumnya Ressa sempat menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak.
Menanggapi situasi ini, manajer Denada, Risna Ories, memberikan penjelasan. Ia menyebut bahwa Denada dan Ressa telah sepakat untuk berdamai. Bahkan, Ressa siap mencabut gugatan terhadap Denada. “Untuk perihal hukum ya saya di sini tidak bisa banyak berkomentar banyak,” ujar Risna dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (27/3/2026).
“Namun yang jelas dari pertemuan itu Ressa, Denada, dan juga Om Dino dan tentunya juga Tante Ratih sepakat untuk mencabut gugatannya dan memilih berdamai,” tambahnya. Risna juga menjelaskan bahwa pertemuan ibu dan anak itu terjadi di sebuah restoran kawasan Jakarta Selatan. Keluarga Ressa Rossano di Banyuwangi juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Ronald Armada, kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, membenarkan adanya pertemuan klien dan keponakannya dengan Denada tanpa didampingi pengacara. “Saya menyambut baik ya pertemuan terjadi tanpa kuasa hukum, hanya prinsipal yang berperkara saja,” kata Ronald dalam wawancara virtual, Kamis (25/3/2026) malam.
Ronald mengatakan bahwa ia belum dapat membeberkan isi pertemuan tersebut karena masih menunggu penjelasan detail dari Ressa dan orang tua asuhnya. “Tapi yang pasti pertemuan mereka terjadi karena adanya iktikad baik. Pertemuan berlangsung tanpa membahas keinginan, jadi murni meluapkan rasa rindu saja,” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa jika nantinya sudah mendapatkan penjelasan dari Ressa, pihaknya siap mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. “Kalau memang resmi sudah islah (berdamai), ada kesepakatan yang terjadi, pasti kok gugatan itu akan dicabut setelah ini. Karena kami menghormati kesepakatan yang terjadi,” jelasnya.
Rencana Denada Mengajak Ressa Bertemu Aisha
Setelah berdamai, Denada berencana mengajak Ressa Rizky Rossano bertemu putrinya, Aisha Aurum, yang menetap di Singapura. Hal ini diungkap oleh manajer Denada, Risna Ories. “Di pertemuan kedua, Dena kan minta, sambil meluk Ressa, ‘Ayo dong Ressa kita ke Singapura ketemu sama Aisha. Enggak apa-apa mau Lebaran kedua, ketiga, keempat boleh, ayo’,” kata Risna, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (27/3/2026).
Denada juga telah meminta izin kepada sang bibi, yang tak lain adalah ibu angkat Ressa, Ratih Puspita Dewi, untuk mengajak putranya ke Singapura. “Dena juga ngomong Mbak Ratih gitu, boleh enggak ini si Ressa saya bawa ke sana, gitu,” bebernya. Rencana penyanyi berusia 47 tahun itu disambut baik oleh Ressa.
Namun, pertemuan Ressa dan Aisha belum dapat terlaksana karena terhalang agenda lain dari pemuda berusia 24 tahun itu. “Ressa tentu sangat ingin. Karena Ressa kan ada agenda juga. Jadi ya mungkin nanti setelah agendanya dia selesai,” ucap Risna.
Denada disebut telah menyiapkan segala keperluan Ressa untuk bertolak ke Singapura. “Pokoknya Dena nunggu Ressa, kapan Ressa bisa. Begitu Ressa bisa, sudah disiapin sama Dena,” katanya.
Awal Mula Polemik Denada dan Ressa
Polemik Denada dengan Ressa berawal dari gugatan sang putra. Sejak berusia kurang dari 10 hari, Ressa diasuh oleh bibi Denada di Banyuwangi. Merasa ditelantarkan, Ressa muncul ke hadapan publik setelah menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur.







