InfoMalangRaya.com— Startup Spanyol telah berhasil menggunakan robot penyuntik sperma untuk membuahi sel telur manusia, berhasil melahirkan dua bayi yang sehat.Robot ini menggunakan pengontrol Sony PlayStation 5 untuk menyuntikan sperma agar bisa membuahi sel telur. Robot penyuntik sperma ini diuji coba pada sebuah klinik Pusat Kesuburan Harapan Baru (New Hope Fertility Center). Hasil dari uji coba itu, para peneliti mampu menghasilkan embrio yang sehat dan terlahir dua bayi perempuan, yang mereka klaim sebagai orang pertama yang lahir dari pembuahan oleh “robot”. “Saya tenang melakukan ini. Tepat pada saat itu, saya berpikir, Ini hanya satu eksperimen,” kata Eduard Alba, mahasiswa insinyur mesin yang mengomandoi alat suntik sperma dikutip dari laman technologyreview, Rabu (26/4/2023).Penelitian ini melibatkan penggunaan jarum dan kamera yang dikendalikan dari jarak jauh untuk memasukkan sperma ke dalam sel telur di cawan petri.Menurut kepala ahli genetika perusahaan Overture Life Santiago Munne yang mengembangkan robot tersebut, teknologi tersebut suatu hari nanti dapat mengurangi biaya perawatan kesuburan saat ini hingga US$20.000 di Amerika Serikat (AS) setara Rp298 juta di AS.
Overture Life mengembangkan robot penyuntik sperma, sebagai langkah awal untuk mengotomatiskan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) agar biayanya lebih murah. Saat ini, program bayi tabung biayanya cukup tinggi dan dikelola oleh ahli embriologi terlatih. Munne yakin proses pembuahan dapat dilakukan secara otomatis oleh dokter kandungan.Alan Murray, salah satu pendiri Conceivable Life, memperkirakan rata-rata biaya bayi IVF di AS sebesar 83 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut dengan mempertimbangkan upaya yang gagal, obat kesuburan yang mahal, dan prosedur medis yang sebagian besar tidak ditanggung oleh rumah sakit.Tujuan perusahaannya adalah menurunkan biaya sebanyak 70 persen dengan meningkatkan tingkat keberhasilan dan mengurangi harga prosedur dengan bantuan robotika.Setiap tahun, sekitar 500 ribu bayi dilahirkan melalui IVF di seluruh dunia, tetapi kebanyakan pasutri yang butuh bantuan untuk memiliki anak tidak dapat membayarnya atau tidak memiliki akses ke obat kesuburan.“Tantangannya adalah bahwa negara-negara kaya dan eksentrik yang luar biasa ini dapat melakukannya, tetapi seluruh dunia tidak dapat melakukannya. Tetapi mereka telah menunjukkan kebutuhan manusia yang sebenarnya,” ungkap Murray.Beberapa ahli kesuburan skeptis bahwa robotika akan menurunkan biaya mengingat mereka tidak menyelesaikan masalah penuaan telur, yakni penyebab utama perawatan kesuburan gagal.Rita Vassena, seorang penasihat untuk Conceivable Life mengatakan bidang tersebut memiliki sejarah dalam memperkenalkan inovasi tanpa meningkatkan angka kehamilan secara signifikan.Dalam kasus bayi pertama yang dibuat dengan robot sperma, donor sel telur diberikan kepada pasien secara gratis dan ditanamkan ke dalam rahim ibu setelah pembuahan berteknologi tinggi. Secara keseluruhan, banyak spesialis kesuburan setuju bahwa robot IVF tidak dapat dihindari di masa depan. “Kita akan melihat evolusi dari ahli embriologi,” kata Kathleen Miller, kepala ilmuwan Innovation Fertility.*
Bayi Pertama Hasil ‘Robot Sperma’ telah Lahir
