Aksi Demonstrasi Global untuk Dukungan Revolusi di Iran
Ratusan ribu warga dari berbagai negara di dunia menggelar aksi demonstrasi pada hari Sabtu (14/2/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan partisipasi warga dunia dalam mendukung revolusi yang sedang berlangsung di Iran. Demonstrasi tersebut digelar secara masif di kota-kota besar seperti Munich, Toronto, Melbourne, Tokyo, London, dan Athena.
Demo Besar di Kota Munich
Di Munich, Jerman, lebih dari 250 ribu orang turun ke jalan untuk mendukung revolusi Iran. Mereka mengutuk pemerintah Iran yang dipimpin oleh rezim Ayatollah Ali Khamenei. Polisi setempat menyebut aksi demo ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga tidak menyangka jumlah peserta akan sebanyak itu.
“Kehadiran peserta yang tercatat membuat pertemuan ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Munich dalam beberapa tahun terakhir. Suasana damai sangat patut diperhatikan meskipun jumlah peserta sangat tinggi,” ujar pernyataan resmi kepolisian Munich.
Demonstrasi Besar di Toronto
Sama seperti di Munich, ratusan ribu warga di Kota Toronto, Kanada, juga menggelar demo serupa. Menurut informasi dari polisi setempat, sekitar 350 ribu orang hadir dalam aksi tersebut. Di samping itu, pada hari yang sama, sekitar 1.000 warga Australia di Melbourne juga menggelar demo di depan gedung parlemen. Mereka menuntut pemerintah Australia mencabut pengakuan mereka terhadap Iran sebagai negara berdaulat. Selain itu, para demonstran juga mendukung warga Iran untuk melakukan revolusi agar Iran menjadi negara sekuler yang lebih demokratis.
Di kota Sydney, Australia, puluhan ribu warga juga ikut berdemo. Di kota-kota lain seperti Tokyo, London, dan Athena, ribuan warga juga menggelar aksi serupa.

Aksi Demo Global Pasca-Protes di Iran
Semua aksi demo tersebut digelar menyusul protes yang dilakukan warga Iran pada Januari 2026 lalu. Protes tersebut dipicu oleh kondisi ekonomi yang carut marut di Iran. Warga Iran turun ke jalan untuk menuntut pemerintah memperbaiki situasi ekonomi.
Sayangnya, pemerintah Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei merespons protes tersebut dengan cara anarkis. Dengan bantuan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), pemerintah menghabisi ribuan demonstran karena dinilai anti-pemerintah. Tindakan ini menuai banyak kecaman dari berbagai negara. Banyak negara menilai Iran telah melanggar hukum internasional dengan menghabisi warganya sendiri. Padahal, Iran bisa merespons aksi protes dari warganya dengan “kepala dingin” sehingga bisa menyelesaikan masalah.








