Sienna Ameerah Kasyafani, Anak Marshanda yang Memasuki Fase Baru dalam Hidupnya
Sienna Ameerah Kasyafani adalah putri dari artis ternama Marshanda dan mantan suaminya, Ben Kasyafani. Di usia 13 tahun, Sienna memutuskan untuk melepas hijabnya, sebuah keputusan yang menarik perhatian publik. Meski tidak semua orang setuju dengan pilihan ini, Marshanda, sebagai ibu, menegaskan bahwa ia tidak mempengaruhi keputusan hidup anaknya.
Hubungan Orang Tua yang Tetap Harmonis
Meskipun Marshanda pernah mengalami kegagalan dalam membina rumah tangga, ia tidak larut dalam kesedihan. Ia tetap menjalin hubungan baik dengan mantan suaminya, Ben Kasyafani, terutama dalam hal membesarkan putri mereka. Keduanya saling mendukung dalam memberikan kasih sayang dan perhatian penuh kepada Sienna.
Berkat pola asuh yang sehat dan penuh cinta dari kedua orangtuanya, Sienna tumbuh menjadi anak yang ceria dan hangat. Ia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang. Namun, kini Sienna telah beranjak remaja dan memasuki fase penting dalam pencarian jati diri.
Perubahan Penampilan yang Menarik Perhatian
Di usia yang semakin dewasa, penampilan Sienna beberapa kali mencuri perhatian publik. Ia juga kerap dipuji karena keputusannya untuk berhijab di usia yang relatif muda. Hal tersebut dianggap sebagai langkah positif yang menunjukkan kedewasaan dalam beragama. Namun, baru-baru ini, Sienna kembali menjadi sorotan setelah diduga memutuskan untuk melepas hijabnya.
Perubahan tersebut mulai terungkap ketika Sienna mengunggah video di akun TikTok pribadinya. Dalam video itu, ia tampil dengan gaya baru, yakni rambut pendek berwarna merah yang cukup mencolok. Penampilan barunya ini pun langsung mengundang beragam reaksi dari warganet.
Reaksi Marshanda yang Tegas dan Penuh Cinta
Menanggapi hal tersebut, Marshanda tidak tinggal diam. Ia melalui unggahan akun Instagramnya @marshanda99, menulis pesan panjang terkait keputusan sang putri. Dalam unggahan itu, mantan istri Ben Kasyafani itu terlihat mengunggah foto wallpaper di komputer rumahnya. Foto itu menampilkan potret dirinya dan Sienna saat berselfie.
Terlihat, Sienna dan Marshanda sangat kompak memamerkan beragam ekspresi. Sienna juga tampak mengurai rambutnya yang pendek dan berwarna merah. Bersamaan dengan hal itu, Marshanda menulis pesan panjang terkait keputusan Sienna melepas hijab.
Marshanda menyatakan bahwa ia tidak mendukung putrinya menjadi sesat, tetapi hanya mendukung proses belajar sang anak melalui proses yang jujur. Salah satunya adalah soal pilihan hidup Sienna untuk memakai atau tidak memakai hijab. Sebagai orang tua, ia tidak mau mempengaruhi pilihan anaknya.
“Saya tidak mendukung pilihan untuk menjadi sesat. Yang saya dukung adalah belajar mengenal diri melalui proses yang jujur.“
“Kalau jalan-Nya Sienna pakai hijab lagi atau tidak, itu diluar pengaruh dan kuasa saya. Arogan sekali, kalau saya merasa berhak dan bisa atur takdir Sienna lebih dari Allah SWT bisa melakukannya.“
“Bukan tempatnya saya mempengaruhi pilihan hidup Sienna,” tulis Marshanda.
Pandangan tentang Parenting yang Jujur
Lebih lanjut, Marshanda juga menyinggung soal gaya parentingnya. Diakui Marshanda, ia tidak ingin anaknya mengambil jalan hidup hanya untuk menyenangkan ibu atau ayahnya. Ia ingin Sienna hidup dengan kejujuran dan sesuai apa yang diinginkan oleh dirinya.
“Sebagai orang tua, tugas kita adalah menjadi versi terbaik diri, melahirkan anak kita yang secara alaminya akan “sehat” jika ia mengambil keputusan hidup bukan karena mencontoh siapapun tanpa mengimaninya dengan segenap hati.“
“Sebagai orangtua, jangan sampai anakku Sienna ambil jalan hidup hanya untuk menyenangkan Ibunya atau Ayahnya. Saat dewasa, doaku adalah agar Sienna hidup mengenal true selfnya. Agar bisa menginspirasi orang lain untuk hidup selaras. Apa yang ditunjukkan sesuai dengan yang di hati.“
“Ini proses. This is only 1 step before 100.000 others more dalam hidup Sienna. Aku menghormati proses Sienna sekarang, persis sama sebagaimana aku menghormati proses Sienna sebelum ini,” lanjutnya.
Pesan Akhir yang Penuh Cinta
Di akhir kalimatnya, Marshanda menulis kalimat puitis untuk sang buah hati. Ia mengaku akan selalu menyayangi putrinya dalam keadaan apapun.
“Aku menerima, merayakan, dan mencintai putriku dengan segala keunikannya.“
“Semua balik ke kemampuan masing-masing untuk bisa menghormati hak asasi manusia. Dan, justru yang truly religious & mempraktekkan ajaran agama dalam darah daging dan jiwanya, adalah yang hanya tersenyum melihat postingan ini tanpa ada keinginan untuk point out “kamu salah” atau “ini yang lebih benar”, dll. Kalau berdasarkan kitab, ada ajarannya kan? Agamamu, agamamu, agamaku, agamaku,” pungkasnya.






