Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Dosen Pendidikan Pancasila di Semarang
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) khusus bagi dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V Tahun 2026 di Semarang, pada tanggal 24–26 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPIP dalam memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan.
Kepala BPIP, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa pelaksanaan diklat ini merupakan amanah dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. Diklat ini menjadi angkatan kelima setelah sebelumnya digelar di beberapa kota seperti Makassar (wilayah Timur), Palembang (wilayah Barat), Denpasar (wilayah Tengah), dan Jakarta pada awal Februari lalu.
“Diklat Pendidikan Pancasila bagi dosen merupakan investasi penting bagi bangsa dan negara,” ujarnya. Menurut Yudian, para dosen memiliki peran strategis karena mereka mengajarkan Pancasila kepada mahasiswa yang kelak menjadi calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, pelatihan ini dinilai sangat penting dalam menanamkan karakter demokrasi Pancasila di lingkungan perguruan tinggi.
Setiap angkatan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kampus di tanah air. Hingga angkatan kelima ini, tercatat kurang lebih 1.000 dosen Pendidikan Pancasila dari berbagai perguruan tinggi telah mengikuti pelatihan tersebut. Yudian menekankan bahwa BPIP tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya membumikan kembali Pancasila di Indonesia. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu cara melibatkan unsur akademisi, khususnya dosen pengampu Pendidikan Pancasila, untuk turut membantu menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Selain pelatihan, BPIP juga telah menerbitkan buku teks utama Pendidikan Pancasila bekerja sama dengan Kemendikbudristek. Buku tersebut digunakan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Saat ini, BPIP tengah menyusun buku untuk jenjang pendidikan tinggi.
Yudian menyebut, Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang paling masif dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama tersebut. Hampir 98 persen sekolah di Kota Semarang telah menggunakan buku itu. “Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh kota-kota lain serta seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi BPIP atas penyelenggaraan pelatihan tersebut di Jawa Tengah. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila melalui para dosen akan berdampak luas karena nilai-nilai tersebut diteruskan kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.
“Ideologi Pancasila yang diberikan kepada para dosen nantinya akan diteruskan kepada mahasiswa. Mereka adalah calon pemimpin bangsa dan juga bagian dari masyarakat. Tentu nilai-nilai Pancasila harus tertanam kuat dalam diri mereka,” kata Sumarno. Ia berharap pelatihan ini menjadi embrio yang terus berkembang dan menyebar luas, khususnya di Jawa Tengah.
Menurutnya, ideologi Pancasila sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menciptakan kondusivitas wilayah yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah. “Melalui konsep training of trainers yang diterapkan, para pelatih akan melatih pelatih berikutnya. Dengan begitu, dampaknya dapat berkembang dan meluas secara berkelanjutan,” pungkasnya.







