Pengakuan Mentan Amran Sulaiman atas Peran Guru dan Tokoh Penting
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), Andi Amran Sulaiman (57) memperkenalkan Aksa Mahmud (80) sebagai gurunya dalam acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Kamis (26/3/2026). Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada banyak pihak yang telah membimbingnya.
“Maaf saya tidak hebat. Saya bisa berdiri di sini berkat bapak ibu semua. Ini ada Pak Aksa, guru saya,” ujarnya dengan penuh rasa hormat. Mentan Amran juga mengakui bahwa keberadaannya saat ini berkat bantuan dan nasihat dari berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar (66).
“Aku diajari, saya dinasehati. Saya ada banyak kekurangan, aku yakin dosaku juga banyak di masa lalu,” katanya. Ia menilai bahwa Aksa Mahmud adalah salah satu tokoh nasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan daerah.
Pak Aksa juga dianggap sebagai inisiator PSBM. Dalam acara tersebut, ia hadir langsung dan duduk di barisan depan bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos (43) dan Prof Nasaruddin Umar. Di meja yang sama juga hadir Ustaz Das’ad Latief. Sejak pagi, ruang pertemuan di Hotel Claro dipenuhi oleh tokoh, pengusaha, dan perantau dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Suasana tampak tertib dan penuh antusiasme. Deretan kursi tertata rapi menghadap panggung utama. Para tokoh nasional dan daerah duduk berdampingan dan terlihat berbincang santai sebelum acara dimulai. Kehadiran para figur penting tersebut menambah semarak acara dan menegaskan pentingnya PSBM sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Persiapan Keamanan
Sehari sebelum acara, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 HM Jusuf Kalla (83) menghubungi Mentan Amran. Dalam percakapan tersebut, JK menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menghadiri acara PSBM. “Pak JK kemarin telepon saya, tiga kali menyampaikan minta maaf untuk warga KKSS,” kata Mentan Amran.
Ia menilai JK sebagai salah satu putra terbaik bangsa sekaligus tokoh perdamaian dunia. “Beliau putra terbaik bangsa dan juru damai dunia,” ujarnya. JK memiliki agenda ke luar negeri yang bertepatan dengan kegiatan tersebut. “Sampaikan salam hormatku, saya harus terbang untuk urusan kemanusiaan ke Bangkok, Thailand,” kata Mentan Amran menirukan pesan JK.
Mentan Amran juga memaparkan berbagai aksi sosial yang telah dilakukan KKSS, seperti santunan kepada anak yatim, fakir miskin, serta pemberian beasiswa bagi anak yatim piatu. “Kami keliling bagi beasiswa dan bantu fakir miskin, saya mewakili KKSS. Kita tidak tahu di mana akan berakhir langkah kita,” katanya.
Penyelenggaraan PSBM XXVI dan Fokus Ekonomi
PSBM XXVI juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial, seperti penyaluran bantuan ke panti asuhan serta santunan bagi anak yatim dan masyarakat kecil di Makassar. Dalam penyelenggaraannya, PSBM XXVI menghadirkan format baru, salah satunya forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor.
“Tidak hanya forum pleno, kami menyiapkan kelas-kelas business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dan investor,” ujar Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir. Salah satu fokus utama dalam forum tersebut adalah pengembangan komoditas kopi. Panitia memfasilitasi pertemuan antara produsen, seller, dan buyer untuk membuka peluang ekspor kopi Sulawesi Selatan ke pasar global.
Investor dari Korea Selatan disebut hadir dalam forum tersebut dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman. Acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat persaudaraan dan membuka ruang diskusi terkait peluang investasi dan penguatan ekonomi daerah.
Pengamanan dan Kesiapan Tim
Untuk memastikan keamanan acara, 131 polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya PSBM. Personel dibagi dalam tiga ring pengamanan, mulai dari pintu masuk hotel, area registrasi, hingga di dalam ruangan atau venue acara. “Secara teknis dibagi tiga ring. Ring 3 di pintu masuk, ring 2 di tempat registrasi peserta, dan pengamanan di dalam gedung sebagai ring 1,” kata Kompol Wahiduddin, Kasi Humas Polrestabes Makassar.
Selain pengamanan terbuka, sterilisasi lokasi juga akan dilakukan oleh tim Jihandak Brimob Polda Sulsel. Langkah ini bertujuan mengantisipasi adanya benda mencurigakan di sekitar area acara.







