Kuburan Abu Lahab dan Abu Jahal, Bau Busuknya Tercium hingga Saat Ini

admin 80 Views
4 Min Read

InfoMalangRaya – Kuburan Abu Lahab dan Abu Jahal, dua tokoh yang dikenal sebagai musuh utama Rasulullah SAW masih menjadi saksi bisu di pinggiran kota Mekah. Hingga saat ini, area sekitar kuburan tersebut dilaporkan mengeluarkan bau busuk yang terus-menerus, seolah menjadi simbol dari keburukan perilaku mereka terhadap Nabi Muhammad SAW.  Seperti dibagikan oleh WNI yang tinggal di Mekah, Alman Mulyana melalui akun YouTubenya, diunggah pada 6 Januari, tampak dirinya bersama Kang Irlan berkunjung ke makam Abu Jahal dan Abu Lahab. 
Baca Juga :
Potret Rumah Peninggalan Abu Jahal di Pinggir Mekah

Diketahui, Abu Jahal dibunuh dalam Perang Badar oleh dua anak al-Ansar. Kedua anak tersebut berasal dari keluarga petani. Profesi ini dipandang rendah oleh suku Quraisy. Sementara, Abu Lahab mati tujuh hari setelah Perang Badr. Ia menderita kusta atau bisul-bisul pada sekujur tubuhnya.  Tiga hari mayatnya terlantar. Tak seorang pun yang mau mendekati bangkai si kafir itu. Karena malu, keluarganya mendorong tubuh Abu Lahab dengan kayu panjang hingga masuk ke sebuah lubang. Alman mengunjungi lokasi perang Badr, tempat di mana Abu Jahal dikuburkan. Di lokasi kuburan tersebut, Alman melihat keanehan di mana cuaca lebih panas dari wilayah lainnya dan banyak pohon kurma mati.  “Gak ada yang mau hidup pohon kurma disini, karena dekat dengan makam Abu Jahal. Padahal di sana pada subur, jaraknya hanya beberapa meter saja,” ujarnya.  “Matinya Abu Jahal itu bukannya dikubur pakai tanah, tapi dilempari batu. Karena khawatir nanti anak cucunya akan memindahkan makam Abu Jahal. Atau makamnya bisa dibongkar, tulangnya bisa dikorem-korek,” tambah Alman.  Dalam video yang dibagikan, Alman menunjukkan beberapa orang yang berkunjung ke makam Abu Jahal. Di mana banyak orang yang melempar bebatuan ke area makam tersebut.  “Di sini masih tercium bau bangkai. Kadang juga bau kotoran manusia,” ujar Alman. “Karena jaraknya jauh dari Mekah. Banyak yang kesini orang Pakistan, orang Indonesia jarang kesini,” imbuhnya. 
Baca Juga :
Mengenal FIP UM, Fakultas Unggul Bidang  Pendidikan yang Banyak Menghasilkan Lulusan Berkualitas 

Di sisi lain, Alman bersama Kang Irlan juga mengunjungi kampung Abu Lahab, yakni tepatnya di Jarwal, Mekah. Disinilah Abu Lahab tinggal, mati dan dikuburkan. Di kampung ini juga banyak rumah tua yang ditinggalkan penghuninya.  Menurut Alman, makam Abu Lahab ditutup dan dipagar rapat, supaya orang-orang tidak sampai masuk ke dalamnya. “Dari kampung dekat makam Abu Lahab saja sudah tercium bau bangkai,” jelasnya.  Alman terlihat masuk ke sebuah pintu kecil yang di dalamnya penuh dengan sampah dan bangkai. Bau menyengat dari bangkai menurut dia hingga bikin sesak di dada. “Karena abu Lahab meninggalnya karena penyakit kusta,” ujarnya.  Menurut Alman, makam Abu Lahab ini dijaga ketat. Selain tertutup gunung, atasnya dibeton dan juga diberi pagar besi. Bahkan sekeliling makam juga dipagar kuat agar tidak bisa dimasuki orang sembarangan.  “Ini gunung di sana dibeton, dipagar besi atasnya, untuk melindungi umat islam agar tidak ada perbuatan syirik di sini ya,” pungkas Alman.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Exit mobile version