Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal

    11 April 2026

    9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga

    11 April 2026

    Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 12 April 2026
    Trending
    • Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal
    • 9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga
    • Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship
    • 36 Blok WPR di Bangka Belitung, Penambang Dilarang Masuk IUP PT Timah
    • 5 Sekuel Drakor Paling Dinantikan 2026, Termasuk Musim 2 Bloodhounds!
    • Komdigi Sebut Ada Miskomunikasi, Steam Belum Terhubung IGRS
    • Iran Ancam Serang Pusat Data AI Nilai Rp509 Triliun Milik Nvidia dan Cisco
    • Pengadilan Eks Dirut PUDAM Gorontalo Utara Digelar Senin Ini
    • Kombinasi Warna Denim yang Menarik
    • Dulu Mobil, Kini Rumah Dinas Rp25 M, Gubernur Kaltim Rudy Masud Tegaskan Transparan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Kultum Milenial: Ismail Harun, Mahasiswa IAIN Gorontalo, Ajarkan Update Diri di Ramadan

    Kultum Milenial: Ismail Harun, Mahasiswa IAIN Gorontalo, Ajarkan Update Diri di Ramadan

    adm_imradm_imr2 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ramadan: Momentum untuk Pembaruan Diri

    Ramadan tidak hanya menjadi bulan yang dinanti-nantikan, tetapi juga momen penting bagi setiap jiwa untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi diri. Bulan ini bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, melainkan kesempatan besar untuk mengingatkan kita akan tujuan hidup sebagai hamba Allah.

    Dalam dunia yang serba cepat dan update, kehidupan kita seringkali diisi dengan aktivitas yang terus-menerus dilakukan. Mulai dari bangun tidur hingga berbuka puasa, hampir semua momen kita abadikan dan bagikan di media sosial. Namun, jangan sampai kita lupa bahwa tujuan utama Ramadan adalah untuk memperkuat kualitas diri, bukan sekadar mempercantik tampilan.

    Ramadan hadir seperti perangkat yang perlu diperbarui agar tidak lambat. Begitu pula dengan iman kita. Kita sering kali rajin memperindah feed media sosial, tetapi lalai memperindah hati dan iman. Padahal, Ramadan datang untuk membersihkan jiwa, bukan sekadar menghias linimasa.

    Tujuan puasa sangat jelas. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, atau mengubah jam makan dan tidur. Tujuannya adalah untuk menuju takwa, menjadikan kita manusia yang lebih sadar, lebih tunduk, dan lebih dekat kepada Allah. Oleh karena itu, Ramadan adalah program peningkatan diri dan pembaruan keimanan.

    Terkadang, bukan jaringan internet yang bermasalah, tetapi jaringan keimanan kita yang melemah. Sinyal dunia kuat, tetapi sinyal akhirat melemah. Maka, Ramadan hadir untuk memperkuat kembali koneksi itu. Kita selalu memanjatkan doa agar dipertemukan dengan bulan suci ini. Dan hari ini, doa itu telah dikabulkan. Kita masih diberi napas, usia, dan kesempatan bertemu Ramadan.

    Namun, pertanyaannya adalah, setelah dipertemukan, apa yang berubah? Jangan sampai kita hanya ingin sampai ke Ramadan, tetapi tidak mau diubah olehnya. Jangan sampai kita hanya ingin bertemu bulan suci, tetapi menolak proses penyucian diri. Kerugian terbesar adalah ketika Ramadan datang dan pergi, sementara diri kita tetap sama.

    Banyak orang yang berdoa seperti kita, memohon agar dipertemukan dengan Ramadan. Namun, tidak semua diberi kesempatan. Ada yang dipanggil lebih dulu oleh Allah, ada yang hanya bisa menyaksikan Ramadan dari alam barzakh. Sementara kita, hari ini masih berdiri, masih berpuasa, masih beribadah. Maka, kesempatan ini terlalu mahal untuk disia-siakan.

    Jika Ramadan berlalu tanpa peningkatan iman, tanpa perubahan akhlak, tanpa perbaikan shalat, lalu untuk apa kita berdoa agar dipertemukan dengannya? Inilah saatnya kita menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Inilah waktunya kita berani berubah.

    Lalu, apa saja yang perlu kita update di bulan Ramadan?

    • Update hubungan kita dengan Al-Qur’an

      Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka sangat disayangkan jika sebulan penuh berlalu tanpa kita benar-benar menyentuh, membaca, dan merenungkan isinya. Tidak harus banyak, tidak harus panjang. Sedikit tetapi rutin jauh lebih berarti. Satu halaman dengan penghayatan lebih baik daripada banyak halaman tanpa makna.

    • Update kualitas shalat

      Ramadan sering membuat jumlah rakaat kita bertambah, shalat sunnah kita meningkat. Namun jangan berhenti di angka. Hadirkan juga kekhusyukan. Hadirkan kesadaran bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah. Jangan sampai shalat hanya menjadi formalitas gerakan, tanpa menghadirkan hati.

    • Update kepedulian sosial

      Ramadan mengajarkan lapar bukan tanpa tujuan. Lapar mengajarkan empati. Agar kita peka terhadap saudara-saudara kita yang setiap hari hidup dalam kekurangan. Dari situlah sedekah menjadi begitu bermakna. Walaupun sedikit menurut kita, bisa jadi itu adalah kebahagiaan besar bagi mereka.

    Jangan sampai Ramadan hanya ramai di timeline, tetapi sepi di hati. Jangan sampai yang berubah hanya jam makan, bukan kebiasaan maksiat. Jangan sampai kita sibuk menghitung diskon, tetapi lupa menghitung dosa.

    Tanda keberhasilan Ramadan bukanlah air mata di malam takbiran semata. Tanda keberhasilan Ramadan adalah ketika kebaikan itu tetap hidup setelah Ramadan pergi. Karena sejatinya, Ramadan adalah madrasah, sekolah selama sebulan. Pertanyaannya sederhana, tetapi sangat dalam: setelah lulus, apakah kita naik kelas atau tetap tinggal di kelas yang sama? Jawaban itu ada pada diri kita masing-masing.

    Semoga Ramadan kali ini benar-benar mengupdate iman kita. Bukan hanya mengubah rutinitas, tetapi mengubah arah hidup. Bukan hanya memperindah apa yang terlihat, tetapi memperbaiki apa yang tersembunyi di dalam hati.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pemantauan Kemampuan Akademik Siswa SMP oleh Dindikpora Bangka

    By adm_imr11 April 20263 Views

    Sekolah Rakyat: Harapan Baru bagi Ribuan Anak yang Kembali Bermimpi

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Nasib Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Dulu Pernikahan Siri, Kini Tak Kenal

    11 April 2026

    9 destinasi wisata Bangkok yang menarik untuk liburan keluarga

    11 April 2026

    Prediksi Skor Sheffield Wednesday vs Leicester City: Head-to-Head dan Statistik EFL Championship

    11 April 2026

    36 Blok WPR di Bangka Belitung, Penambang Dilarang Masuk IUP PT Timah

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?