Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Menjadi Wadah Baru bagi Politikus Senior
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kini menjadi wadah baru bagi sejumlah politikus senior yang ingin melanjutkan karier politiknya. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak tokoh dari partai lama memutuskan untuk meninggalkan partai masing-masing dan bergabung dengan PSI. Hal ini menunjukkan bahwa PSI semakin dianggap sebagai partai yang memiliki potensi besar dalam dinamika politik nasional.
Banyak nama-nama yang bergabung dengan PSI sebelumnya menempati jabatan strategis di partai yang ditinggalkan. Bahkan, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memprediksi bahwa akan semakin banyak tokoh maupun politikus yang bergabung dengan PSI.
Berikut adalah deretan politikus yang telah bergabung dengan PSI:
Nina Agustina
PSI yang dikenal dengan logo gajah baru saja menerima kehadiran politikus PDI Perjuangan (PDI-P), Nina Agustina. Ia memutuskan keluar dari PDI-P dan bergabung dengan PSI setelah mendapat restu dari Presiden Jokowi. Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyambut kehadiran Nina dalam sebuah acara di Cipete, Jakarta Selatan.
“Ya, saya mengucapkan selamat datang, selamat bergabung di keluarga besar di Rumah Gajah, di Kandang Gajah,” kata Ahmad Ali, Jumat (27/2/2026) malam.
Ahmad Ali menyebut, Nina Agustina akan mengisi posisi kepengurusan PSI di tingkat Jawa Barat.
Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse
Selain dari PDI-P, tiga politikus Partai NasDem juga lebih dahulu hengkang dan bergabung dengan PSI. Mereka adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu. Ahmad Ali dan Bestari Barus resmi bergabung dengan PSI pada 25 September 2025. Sementara Rusdi Masse menyusul pada 29 Januari 2026.
Hingga kini, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan utama perpindahan mereka. Sebelum resmi bergabung, Bestari Barus mengaku sempat bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan niatnya.
“Sebelum saya bergabung dengan PSI, saya terlebih dahulu bertemu dengan Pak Jokowi dan menyatakan, ‘Pak, saya bergabung deh, Pak’ gitu,” ungkap Barus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (29/9/2025).
“‘Oh, dengan senang hati,’ beliau jawab seperti itu,” sambungnya. Dalam pertemuan tersebut, Bestari didampingi Ahmad Ali yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem.
Pemimpin PSI Saat Ini
PSI sendiri saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra sulung Presiden Jokowi. Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa akan semakin banyak tokoh yang bergabung dengan PSI.
“PSI sekarang ini telah menjadi partai super Tbk. PSI sekarang ini semakin terbuka, semakin inklusif. Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung,” kata Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). “Yang akan bergabung baik itu tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh provinsi, tokoh-tokoh kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi,” sambungnya.
Menurut Jokowi, bertambahnya jumlah tokoh yang bergabung akan membuat PSI semakin beragam. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya toleransi dan kesatuan visi di internal partai.
“Hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Perbedaan selera, perbedaan keinginan-keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak,” kata Jokowi. “Oleh sebab itu, butuh toleransi. Kita butuh satu visi. Kita butuh menjaga kerukunan, menjaga kesolidan, menjaga persatuan di antara kita,” imbuhnya.







