Fenomena Buzzer di Momen Lebaran dan Tanggapan dari Sutradara Naya Anindita
Lebaran selalu menjadi momen penting bagi industri perfilman Indonesia. Tidak hanya sebagai waktu liburan keluarga, tetapi juga menjadi ajang bagi para rumah produksi untuk merilis karya-karya terbaru mereka. Pada tahun ini, beberapa film telah dipastikan tayang pada masa Lebaran. Namun, di balik itu, muncul fenomena baru yang menimbulkan dinamika tersendiri. Salah satunya adalah serangan buzzer yang secara tiba-tiba mempromosikan sebuah film di lapak film lain.
Naya Anindita, sutradara film Tunggu Aku Sukses Nanti yang akan dirilis pada Lebaran 2026, turut menanggapi fenomena ini. Dalam wawancara eksklusif, ia menekankan pentingnya persaingan yang sehat antar film-film Lebaran.
Respons Naya Anindita Terhadap Fenomena Buzzer

Naya mengaku jarang membaca komentar-komentar di media sosial. Meski begitu, ia tetap mengetahui tentang isu persaingan film Lebaran yang sedang jadi perbincangan akhir-akhir ini, terutama terkait fenomena buzzer yang mempromosikan film di lapak film lain.
“Kebetulan aku tuh bukan tipe yang suka baca-bacain komen, jadi aku baru tahu juga gara-gara lihat postingan orang-orang. Ada yang komplain soal ada buzzer yang komen di film orang lain,” kata Naya saat ditemui di XXI Plaza Senayan.
Menurut Naya, fenomena buzzer tersebut menyedihkan. Ia berharap film-film Lebaran bisa bersaing secara sehat untuk mendorong kemajuan perfilman Indonesia.
“Menurut aku, ada baiknya kita semua bersaing dengan sehat dan tentunya pengennya sih kita maju bareng-bareng karena bagaimanapun juga, ini membicarakan soal bagaimana film Indonesia akhirnya maju dengan penonton yang luar biasa banyaknya.”
Film-Film Lebaran Sebagai Standar Tinggi Perfilman Indonesia

Naya melanjutkan bahwa kehadiran film-film Lebaran seharusnya bisa menjadi tolak ukur standar tinggi bagi perfilman Indonesia. Hal ini dapat mendorong para produser dan sineas tanah air untuk menciptakan karya yang lebih baik dan berkualitas.
“Harapannya dengan adanya film-film lebaran ini, juga nge-set standar yang tinggi untuk film Indonesia. Jadi, bisa bikin film yang lebih bagus lagi,” ujarnya.
Menurut Naya, ketika film-film berkualitas tayang di momen Lebaran dan ditonton oleh banyak orang, maka standar perfilman Indonesia pun secara otomatis akan meningkat.
“Jadi, ketika film-film lain yang bagus-bagus bisa tayang di Lebaran dan bisa ditonton banyak orang, jadinya standar film kita pun ikut naik juga.”
Tren Positif Penonton Indonesia
Di sisi lain, Naya juga mengaku senang karena penonton Indonesia semakin menunjukkan tren positif. Ia kemudian mencontohkan film Sore: Istri Masa Depan, yang awalnya dianggap memiliki cerita kompleks dan sulit diterima oleh masyarakat, namun pada kenyataannya justru berhasil meraih tiga juta penonton dan disukai banyak orang.
“Contohnya film Sore, film yang menurut aku kayaknya ini agak sulit diterima oleh masyarakat Indonesia karena secara cerita kompleks gitu kan, tapi ternyata 3 juta gitu dan orang suka,” kata Naya.
Melihat kesuksesan yang telah diraih oleh film Sore: Istri dari Masa Depan, Naya pun mengaku memiliki harapan besar untuk film Tunggu Aku Sukses Nanti. Film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan film kedua Naya Anindita yang tayang di momen Lebaran, setelah Komang pada tahun lalu. Naya sendiri pun mengaku tidak menyangka Komang bisa meraih 3 juta penonton, padahal awalnya ia hanya menargetkan sekitar 700 ribu penonton.







