InfoMalangRaya.com — Sekitar 600.000 ton daging terbuang sia-sia setiap tahunnya di kerajaan, menurut laporan program Otoritas Keamanan Pangan Umum (GFSA) Arab Saudi.
Program Nasional untuk Mengurangi Kehilangan dan Pemborosan Pangan menemukan bahwa jumlah daging dan unggas yang hilang dan terbuang sangat tinggi. GFSA lantas menyerukan agar masyarakat tidak melakukan pemborosan makanan.
GFSA mengatakan bahwa daging dianggap sebagai makanan utama, tetapi terbuang dalam jumlah besar di Arab Saudi.
Lebih dari 444.000 ton unggas telah terbuang, dan lebih dari 22.000 ton daging domba, serta lebih dari 13.000 ton daging unta telah terbuang.
Jumlah daging yang terbuang juga termasuk lebih dari 41.000 ton daging sapi, selain lebih dari 69.000 ton ikan.
GFSA sebelumnya mengindikasikan bahwa salah satu penyebab pemborosan adalah membeli makanan dalam jumlah banyak, menyalahgunakan penawaran, serta menyiapkan makanan dalam jumlah yang lebih dari yang dibutuhkan.
Perlu disebutkan bahwa Saudi Grains Organization (SAGO), yang diwakili oleh Program Nasional untuk Mengurangi Kehilangan dan Pemborosan Pangan, meluncurkan kampanye pada tahun 2022 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan.
Gerakan tersebut mempromosikan praktik konsumsi yang sehat, serta memotivasi penerapan solusi yang untuk mengurangi limbah makanan.
Ini setelah terungkap bahwa nilai limbah makanan di Kerajaan melebihi SR40 miliar per tahun, sementara persentase kehilangan dan limbah makanan mencapai 33%.*
Setiap Tahun 600.000 Ton Daging Terbuang Sia-Sia
