Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026
Meski saat ini masih awal Ramadhan 2026, diperkirakan sebanyak 143 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan berbagai moda transportasi dan tujuan kota. Data ini menunjukkan bahwa jumlah pemudik tahun ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan asal pemudik terbanyak, dengan perkiraan mencapai 30,97 juta orang. Sementara itu, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan tujuan terbanyak para pemudik pada Lebaran 2026 mendatang. Angka ini didasarkan pada hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan oleh pihak terkait.
Menurut survei nasional, jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143.915.053 orang, turun dari angka survei tahun 2025 yang mencapai 146.489.733 orang. Penurunan ini sebesar 1,75 persen. Namun, meskipun angka ini menunjukkan penurunan, pemerintah tetap melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan jumlah pemudik.
Libur Lebaran 2026 yang Berdekatan dengan Nyepi
Pemerintah telah menetapkan libur Lebaran 2026 yang kebetulan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 18 Maret 2026. Libur Lebaran 2026 akan berlangsung dari 18 hingga 24 Maret 2026 dengan rincian sebagai berikut:
- Rabu, 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi.
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Libur Nasional).
- Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri.
- Sabtu, 21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri (Libur Nasional).
- Minggu, 22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri (Libur Nasional).
- Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri.
- Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri.
Antisipasi Kenaikan Jumlah Pemudik
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa meskipun hasil survei memprediksi penurunan jumlah pemudik Lebaran 2026 sebesar 1,75 persen, pemerintah tetap melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan jumlah pemudik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebijakan perusahaan yang memberikan cuti saat mendekati hari H lebaran. Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan dalam jumlah yang lebih besar dari prediksi.
Untuk mengawasi pergerakan mudik Lebaran 2026, operasional posko angkutan akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Beberapa langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.
Persiapan Menghadapi Nyepi
Terkait dengan perayaan Nyepi pada 19 Maret 2026, penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara dan disiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone). Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik, yang telah disetujui Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).







