Infomalangraya.com – Menjelang akhir Bulan Syaban 1447 Hijriyah, umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan lagi amalan saleh yang bisa dikerjakan.
Terdapat beberapa amalan yang masih bisa dikerjakan hingga akhir Bulan Syaban 1447 Hijriyah.
Diantaranya akan Infomalangraya.comsajikan di bawah ini.
============
Kumpulan Amalan di Akhir Bulan Syaban 1447 Hijriyah
1. Memperbanyak Puasa Sunnah (Sebelum Hari Syak)
Sya’ban adalah bulan di mana Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah. Namun, perlu diingat untuk tidak berpuasa pada 1-2 hari terakhir Sya’ban (hari Syak/ragu) kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa puasa dawud atau senin-kamis.
Tujuan: Melatih fisik agar tidak kaget saat memasuki Ramadan.
2. Membayar Hutang Puasa (Qadha)
Akhir Sya’ban adalah batas waktu terakhir bagi siapa pun yang masih memiliki hutang puasa Ramadan tahun lalu.
Isi: Prioritaskan membayar hutang puasa wajib sebelum mengejar amalan sunnah lainnya.
3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Membersihkan hati dari noda dosa sangat penting agar saat Ramadan tiba, cahaya ibadah lebih mudah masuk ke dalam jiwa.
Doa Istighfar:
Astaghfirullahal ‘adzim, alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
4. Membaca dan Menelaah Al-Qur’an
Para salafush shalih menyebut bulan Sya’ban sebagai Syahrul Qurra’ (Bulan para pembaca Al-Qur’an).
Amalan: Mulailah merutinkan kembali bacaan Al-Qur’an agar saat Ramadan kita sudah terbiasa dengan target khatam atau tadabbur.
5. Memperbanyak Sholawat Nabi
Sya’ban juga dikenal sebagai bulan Sholawat karena ayat perintah bersholawat (QS. Al-Ahzab: 56) turun di bulan ini.
Amalan: Bacalah sholawat sesering mungkin untuk mendapatkan syafaat dan ketenangan hati.
6. Mempererat Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Secara tradisi di Indonesia (seperti Ruwahan atau Munggahan), akhir Sya’ban menjadi momen untuk membersihkan hubungan antarmanusia.
Tujuan: Masuk ke bulan suci tanpa membawa beban rasa benci atau dendam kepada sesama.
7. Membaca Doa Menyambut Ramadan
Menjelang pergantian bulan, dianjurkan membaca doa agar disampaikan ke bulan Ramadan dalam keadaan iman yang kokoh.
Doa yang masyhur (bersumber dari hadits meskipun ada diskusi mengenai sanadnya, namun maknanya sangat baik):
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allahuma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana, wa ballighnaa Ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.”
Serta doa saat melihat hilal Ramadan nanti:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allāhumma ahillahu ‘alainā bil yumni wal īmāni was salāmati wal islām. Rabbī wa rabbukallāh.
Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
(Infomalangraya.com/Putri Kusuma Rinjani)
****
Artikel lainnya di google news.
Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Infomalangraya.com







