Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII
    • Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
    • Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM
    • Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu
    • Tekan BBM Tanpa WFH, DPRD Sidoarjo Dorong Transportasi Umum untuk ASN
    • Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air
    • Mensos Sosialisasi Digitalisasi Bansos di Kabupaten Malang untuk Data yang Lebih Akurat
    • 7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan
    • Drama Ikan Lele Mentah MBG
    • Klasemen dan Top Skor Final Empat Proliga: Petrokimia dan Popsivo Incar JEP, Voronkova Meledak
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan

    7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan

    adm_imradm_imr6 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Penting Usus Besar dalam Kesehatan Tubuh

    Usus besar atau kolon sering kali diabaikan, padahal perannya sangat vital. Di dalam organ ini, air diserap, sisa makanan diproses, dan mikrobiota yang terdiri dari triliunan bakteri baik berperan menjaga keseimbangan sistem pencernaan dan imun. Ketika kesehatan usus besar terganggu, dampaknya bisa terasa luas, mulai dari sembelit hingga risiko penyakit kronis seperti kanker kolorektal.

    Gaya hidup modern yang tinggi pada makanan olahan, rendah serat, dan minim aktivitas fisik membuat kesehatan usus besar rentan terganggu. Namun, ada banyak cara sederhana untuk menjaga dan meningkatkan fungsi usus besar. Yuk, lakukan mulai hari ini!

    1. Meningkatkan Asupan Serat

    Serat sangat penting bagi kesehatan usus besar. Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Peran keduanya vital.

    • Serat tidak larut membantu mempercepat pergerakan usus dan mencegah sembelit.
    • Serat larut difermentasi oleh bakteri usus menjadi asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFA) seperti butirat.

    Butirat memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan sel-sel usus besar. SCFA membantu mengurangi peradangan, memperkuat lapisan mukosa usus, dan bahkan memiliki efek protektif terhadap kanker kolorektal.

    Para ahli merekomendasikan asupan serat harian yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat. Sayangnya, banyak orang tidak memenuhi kebutuhan ini. Menambahkan sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh secara bertahap bisa menjadi langkah awal yang efektif.

    2. Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

    Usus besar adalah rumah bagi mikrobiota, yaitu ekosistem kompleks yang berperan dalam pencernaan, produksi vitamin, hingga modulasi sistem imun. Ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk sindrom iritasi usus besar dan kanker kolon.

    Penelitian menunjukkan, keberagaman mikrobiota yang tinggi berkorelasi dengan kesehatan metabolik dan pencernaan yang lebih baik. Pola makan tinggi serat dan rendah makanan ultraproses membantu mendukung keberagaman ini.

    Selain itu, konsumsi makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, dan kimci dapat memberikan probiotik alami yang mendukung populasi bakteri baik. Namun, efeknya paling optimal jika dikombinasikan dengan prebiotik dari serat.

    3. Minum Air yang Cukup

    Asupan air secara cukup penting dalam menjaga konsistensi tinja dan kelancaran pergerakan usus. Tanpa hidrasi yang cukup, serat tidak dapat bekerja optimal, dan risiko sembelit meningkat.

    Kebutuhan cairan harian bervariasi, tetapi secara umum orang dewasa membutuhkan sekitar 2–3 liter per hari tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Hidrasi yang baik juga membantu menjaga lapisan mukosa usus tetap sehat, yang berfungsi sebagai pelindung terhadap patogen dan zat berbahaya.

    4. Aktif Bergerak dan Berolahraga

    Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk jantung dan otot, tetapi juga untuk usus besar. Olahraga membantu merangsang peristaltik, yakni gerakan otot usus yang mendorong makanan melalui saluran pencernaan.

    Studi menunjukkan bahwa individu yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah mengalami sembelit dan kanker kolorektal. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki secara rutin dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan usus besar. Kuncinya adalah konsistensi, bukan intensitas ekstrem.

    5. Membatasi Konsumsi Makanan Olahan dan Daging Merah

    Pola makan tinggi daging merah dan makanan olahan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Hal ini sebagian disebabkan oleh senyawa seperti nitrit dan produk sampingan pemasakan suhu tinggi.

    Konsumsi berlebihan daging merah dan olahan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar secara signifikan. Mengganti sebagian asupan dengan protein nabati seperti kacang-kacangan atau ikan dapat membantu mengurangi risiko sekaligus meningkatkan asupan serat.

    6. Mengelola Stres dengan Baik

    Hubungan antara otak dan usus dikenal sebagai gut-brain axis. Stres kronis dapat memengaruhi fungsi usus, termasuk motilitas dan komposisi mikrobiota.

    Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi seperti sindrom iritasi usus besar. Teknik manajemen stres seperti meditasi, tidur cukup, dan aktivitas relaksasi dapat membantu menjaga keseimbangan ini.

    7. Rutin Skrining

    Kesehatan usus besar tidak hanya soal pencegahan, tetapi juga deteksi dini. Skrining seperti kolonoskopi dapat membantu menemukan polip atau tanda awal kanker sebelum berkembang lebih lanjut.

    Para ahli merekomendasikan skrining rutin mulai usia tertentu atau lebih awal jika memiliki faktor risiko. Deteksi dini terbukti secara signifikan meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan dan menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal.

    Menjaga kesehatan usus besar adalah hasil dari kebiasaan sehari-hari yang konsisten. Dari asupan serat hingga manajemen stres, setiap langkah berkontribusi besar terhadap fungsi usus besar yang optimal.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ramalan Zodiak 1 April 2026: Kesehatan Cancer Naik, Capricorn Waspada Kelelahan

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Berhenti Merokok, Mengapa Lapar Terus?

    By adm_imr5 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026

    Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?