Berita Terkini Kota Padang
Gol Penalti Diego Mauricio Antarkan Semen Padang Unggul 1-0 dari Persita
Semen Padang FC memastikan kemenangan dramatis atas Persita Tangerang pada lanjutan Pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.
Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (8/2/2026), Kabau Sirah menang tipis dengan skor 1-0 lewat gol penalti di penghujung laga.
Gol tersebut diciptakan oleh pemain anyar Semen Padang FC, Diego Mauricio, yang berasal dari Brasil.
Laga antara Semen Padang FC berakhir dengan skor 1-0, dan membuat tim Semen Padang meraih tiga poin.
Tiga poin tambahan tersebut membuat tim Semen Padang FC berada di posisi ke 16, dan memiliki poin yang sama dengan Persijap Jepara 15 poin.
Jalannya Pertandingan Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Semen Padang FC langsung tampil lebih agresif. Pelatih Dejan Antonic melakukan perubahan dengan memasukkan Ripal Wahyudi dan Maicon Souza untuk menambah daya gedor, menggantikan Boubakary Diarra dan Firman Juliansyah.
Tekanan tuan rumah langsung terasa. Pada menit ke-50, kemelut sempat terjadi di dalam kotak penalti Persita Tangerang.
Sejumlah upaya tembakan dari pemain Semen Padang FC masih mampu diblok berulang kali oleh barisan pertahanan tim tamu.
Satu menit berselang, Semen Padang kembali mengancam. Tendangan keras Kasim Botan dari luar kotak penalti mengarah ke gawang Persita, namun masih berhasil ditepis penjaga gawang.
Persita Tangerang tak tinggal diam. Pada menit ke-56, Hokky Caraka menyambut bola dengan sundulan yang mengarah ke gawang Semen Padang FC, tetapi kiper Semen Padang FC tampil sigap dengan menepis bola tersebut sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut.
Memasuki menit ke-60, pertandingan berjalan alot. Kedua tim saling berupaya membangun serangan, namun belum mampu menciptakan peluang yang benar-benar berbuah gol.
Persita kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-66 dengan memasukkan Zalnando dan Rayco, menggantikan Toha dan Matheus. Selanjutnya, pada menit ke-74, Hokky ditarik keluar dan digantikan oleh Esal Sahrul.
Semen Padang FC juga merespons dengan pergantian pemain. Pada menit ke-79, Dejan Antonic memasukkan Rian dan Mauricio untuk menggantikan Tsouka serta Kianz.
Sementara itu, Persita kembali melakukan rotasi pada menit ke-82 dengan memasukkan Dejan Racic dan Andrean Rindorindo, menggantikan Aleksa dan Eber Bessa.
Menjelang akhir laga, Persita sempat mendapatkan peluang pada menit ke-89, namun sepakan pemain Persita masih melambung di atas mistar gawang Semen Padang FC usai menerima umpan silang dari sisi kanan.
Pada awal masa injury time, Jaime Geraldo mencoba peruntungan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola kembali melambung jauh di atas gawang.
Petaka bagi Persita akhirnya datang pada menit ke-96. Mauricio dijatuhkan oleh pemain Persita di dalam kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih sebagai tanda penalti untuk Semen Padang FC.
Keputusan tersebut sempat menuai protes dari kubu Persita, sehingga wasit melakukan peninjauan melalui VAR. Setelah pengecekan, keputusan tetap tidak berubah dan penalti tetap diberikan kepada Semen Padang FC.
Mauricio yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya tak mampu dibendung penjaga gawang Persita dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Semen Padang FC.
Gol dramatis tersebut langsung disambut sorak sorai meriah dari ribuan pendukung Kabau Sirah yang memadati Stadion Haji Agus Salim. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Kemenangan ini memastikan Semen Padang FC mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri pada lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Trembesi Tumbang Tutupi Jalur Bypass Padang
Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (8/2/2026) dini hari.
Insiden ini menyebabkan satu pohon trembesi berukuran besar tumbang dan sempat memutus akses transportasi di jalur utama ekonomi kota.
Peristiwa terjadi di Jalan Raya Bypass Kilometer 17, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, jalur vital yang menghubungkan arus logistik dan transportasi antarkota di bagian utara Padang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 03.45 WIB.
Saat itu sebagian besar warga masih terlelap, namun intensitas angin yang meningkat drastis memicu tumbangnya pohon trembesi.
“Pohon trembesi yang roboh tersebut diperkirakan memiliki panjang 18 meter dengan diameter batang sekitar 50 sentimeter,” jelasnya.
Batang dan dahan pohon menutupi badan jalan secara melintang, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Pusdalops-PB BPBD Kota Padang segera menurunkan tim Rescue untuk mengevakuasi pohon dan menghindari kemacetan panjang, mengingat jalur Bypass merupakan urat nadi distribusi barang.
Proses pembersihan dilakukan menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon menjadi bagian lebih kecil.
Upaya evakuasi juga melibatkan personel Dubalang Kota Padang, menunjukkan sinergi antara petugas pemadam dan relawan menjadi kunci keberhasilan.
“Beruntung, dalam insiden yang terjadi di waktu subuh tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Saat pohon tumbang, kondisi lalu lintas di lokasi dilaporkan sedang sepi,” tambah Hendri.
Hingga menjelang pagi, petugas berhasil membersihkan ranting dan batang pohon dari badan jalan. Fokus utama adalah membuka satu lajur agar arus lalu lintas kembali lancar.
Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa jalur Bypass Km 17 sudah normal dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dari kedua arah.
Meski akses pulih, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah cuaca ekstrem.
Hujan yang mengguyur Kota Padang beberapa hari terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang dan banjir luapan.
BPBD Kota Padang juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kejadian bencana melalui layanan pengaduan atau Call Center 0751 778775, karena kecepatan laporan sangat menentukan efektivitas penanganan di lapangan.

Warga Pasar Ambacang Padang Krisis Air Bersih, Bergantung Mobil Tangki Pascabencana
Puluhan warga di RT 003 RW 001, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, kini sepenuhnya bergantung pada distribusi air bersih melalui mobil tangki.
Kondisi ini terjadi setelah sumur-sumur galian milik warga mengering total pascabencana alam yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu.
Pantauan Infomalangraya.compada Sabtu (7/2/2026) pukul 10.56 WIB menunjukkan antrean panjang warga yang membawa jeriken, galon, hingga ember plastik, menunggu giliran pengisian air dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuranji yang mengisi tandon-tandon air darurat di tepi jalan.
Krisis air ini telah mengubah pola hidup harian masyarakat.
Asmida, salah seorang warga, menuturkan bahwa ketiadaan air tanah menjadi masalah permanen yang belum teratasi sejak bencana melanda. Upaya warga untuk memperdalam galian sumur tidak membuahkan hasil karena air tanah tak lagi muncul.
“Sampai saat ini sumur kering, tidak ada air sejak bencana akhir tahun lalu. Kebutuhan air sangat penting, apalagi menjelang Ramadan. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya berwudhu atau menyiapkan keperluan puasa jika harus terus memikul ember seperti ini,” ujar Asmida.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena ketidakpastian sumber air di masa depan. Meskipun bantuan rutin mengalir dari BPBD, Damkar, Dinas Pekerjaan Umum, hingga PMI, warga merasa ketergantungan pada mobil tangki darurat tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.
Rosi, warga terdampak lainnya, menuturkan bahwa ekosistem resapan air di wilayah mereka telah berubah.
Aliran sungai di sekitar pemukiman kini berbeda, yang diduga menjadi penyebab sumur-sumur warga kering. Hal ini memaksa warga mencari alternatif yang menguras energi dan waktu.
Setiap hari, Rosi dan suaminya, Yuhandri Syaf, harus menjemput air ke sumber lain di dekat Jembatan Kuranji.
Air yang mereka ambil dialokasikan secara ketat untuk kebutuhan prioritas, terutama bagi anak-anak yang akan berangkat sekolah.
“Kebutuhan air yang kami jemput itu terutama untuk mandi anak-anak sebelum ke sekolah. Kalau untuk kami yang dewasa, terpaksa mengalah dengan mandi langsung di sungai di bawah Jembatan Kuranji,” ungkap Rosi.
Situasi ini menegaskan urgensi pemulihan infrastruktur air bersih di kawasan Pasar Ambacang. Ketergantungan pada mobil tangki yang bersifat darurat dinilai tidak cukup untuk menopang kebutuhan domestik warga, terutama menjelang bulan suci Ramadan.








