Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Suriname: Peluang Kerja Sama Masa Depan

    11 Februari 2026

    Mengungkap Jejak Majapahit di Jalan Hayam Wuruk

    11 Februari 2026

    Irjen Umar Fana: RUU PPA Diperkuat KUHAP dan KUHP Baru

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Suriname: Peluang Kerja Sama Masa Depan
    • Mengungkap Jejak Majapahit di Jalan Hayam Wuruk
    • Irjen Umar Fana: RUU PPA Diperkuat KUHAP dan KUHP Baru
    • Harga HP Samsung di Februari 2026: Galaxy A26 5G Rp 4 Jutaan
    • Prakiraan Cuaca OKU Timur 9 Februari 2026: Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
    • Tips investasi: Emas atau perak, yang lebih menguntungkan?
    • Bahasa Cinta Berbeda, Calvin Jeremy dan Novia Santoso Buka Rahasia Pernikahan Harmonis
    • Persyaratan Beasiswa BRIN 2026 untuk Program Doktoral di Universitas …
    • Gumpalan di Reservoir Cairan Pendingin? Ini Penyebabnya
    • Gabriel Silva Menggila, Arema Kalahkan Persija 2-0 di Kandang Sendiri
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Tips investasi: Emas atau perak, yang lebih menguntungkan?

    Tips investasi: Emas atau perak, yang lebih menguntungkan?

    adm_imradm_imr11 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Emas dan perak sering menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin melindungi nilai aset dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Keduanya termasuk logam mulia, tetapi memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih antara emas dan perak sebagai investasi.

    Stabilitas Harga dan Risiko

    Harga emas cenderung lebih stabil dibandingkan perak. Fluktuasinya tidak terlalu tajam, baik saat naik maupun turun. Karena itu, emas sering dipilih oleh investor konservatif sebagai aset lindung nilai, terutama saat inflasi tinggi atau situasi ekonomi tidak menentu.

    Sementara itu, harga perak jauh lebih fluktuatif. Pergerakan harganya bisa naik atau turun secara tajam dalam waktu singkat. Volatilitas perak bahkan bisa dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan emas. Hal ini membuat perak memiliki potensi keuntungan yang lebih besar, tetapi juga dengan risiko yang lebih tinggi.

    Pengaruh Kondisi Ekonomi

    Perbedaan utama antara emas dan perak terletak pada sumber permintaannya. Emas sebagian besar digunakan sebagai aset investasi dan penyimpan nilai, sehingga harganya lebih dipengaruhi sentimen pasar dan kebutuhan perlindungan aset.

    Di sisi lain, lebih dari separuh permintaan perak berasal dari sektor industri, seperti elektronik, kendaraan listrik, dan panel surya. Artinya, harga perak sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi global. Saat ekonomi tumbuh dan industri berkembang, harga perak cenderung meningkat. Namun, ketika ekonomi melambat, permintaannya bisa turun signifikan.

    Fungsi sebagai Pelindung Inflasi

    Emas sering disebut sebagai safe haven asset, yaitu aset yang diandalkan saat inflasi tinggi atau pasar keuangan bergejolak. Emas dinilai mampu menjaga daya beli dalam jangka panjang.

    Perak juga memiliki korelasi dengan inflasi, tetapi tidak sekuat emas. Permintaan industri perak bisa melemah ketika inflasi tinggi dan suku bunga naik, sehingga kinerjanya sebagai pelindung inflasi tidak selalu konsisten.

    Harga dan Aksesibilitas

    Dari sisi harga, perak jauh lebih terjangkau dibandingkan emas. Harga per ons perak yang lebih rendah membuat logam ini lebih mudah diakses oleh investor ritel dengan modal terbatas. Inilah alasan mengapa perak kerap dilirik oleh investor pemula yang ingin mencoba investasi logam mulia.

    Sebaliknya, emas memiliki harga per unit yang lebih tinggi, tetapi lebih praktis untuk menyimpan nilai dalam jumlah besar karena tidak membutuhkan volume fisik yang banyak.

    Likuiditas dan Kemudahan Jual-Beli

    Emas unggul dalam hal likuiditas. Pasar emas jauh lebih luas dan aktif, sehingga selisih harga beli dan jual relatif kecil. Emas juga mudah dijual kembali kapan saja.

    Perak memiliki likuiditas yang lebih terbatas. Permintaannya tidak setinggi emas, sehingga harga jual perak bisa turun cukup tajam saat pasar melemah atau minat investor menurun.

    Kinerja Jangka Panjang

    Dalam jangka panjang, kinerja emas cenderung lebih unggul. Historisnya, harga emas mencatat imbal hasil sekitar 4,8% per tahun, lebih tinggi dibandingkan perak yang berada di kisaran 3,7% per tahun. Meski demikian, setelah dikurangi inflasi, imbal hasil keduanya tergolong terbatas.

    Sebagai perbandingan, investasi di saham berkapitalisasi besar justru memberikan imbal hasil jauh lebih tinggi dalam jangka panjang, meskipun dengan risiko yang berbeda.

    Mana yang Lebih Untung?

    Secara umum, emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang dan bagi investor yang mengutamakan stabilitas serta perlindungan nilai. Emas juga ideal sebagai penyeimbang portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.

    Sementara itu, perak lebih sesuai untuk investasi jangka pendek atau spekulatif, dengan potensi keuntungan lebih besar ketika permintaan industri meningkat, namun risikonya juga lebih tinggi akibat volatilitas harga.

    Pemilihan antara emas dan perak sangat bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, dan jangka waktu yang diinginkan. Investor juga disarankan untuk tidak menempatkan seluruh dana hanya pada satu jenis aset, melainkan melakukan diversifikasi agar risiko lebih terkendali.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Lahan sempit? Ini 9 trik tata rumput depan, lega dan estetik 2026

    By adm_imr10 Februari 20261 Views

    Ajaib! Persebaya Surabaya Kalahkan Bali United 3-1 Tanpa Striker Murni

    By adm_imr10 Februari 20261 Views

    PSMS Medan Rekrut Striker Muda Zaki Ali di Akhir Bursa Paruh Musim

    By adm_imr10 Februari 202619 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Suriname: Peluang Kerja Sama Masa Depan

    11 Februari 2026

    Mengungkap Jejak Majapahit di Jalan Hayam Wuruk

    11 Februari 2026

    Irjen Umar Fana: RUU PPA Diperkuat KUHAP dan KUHP Baru

    11 Februari 2026

    Harga HP Samsung di Februari 2026: Galaxy A26 5G Rp 4 Jutaan

    11 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?