Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan ke Kabupaten Malang
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Malang. Dalam kunjungan ini, ia mengunjungi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memastikan kesiapan KDMP dalam menyuplai kebutuhan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peninjauan di SPPG Panggungrejo
Kunjungan pertama Zulhas dilakukan di SPPG Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Di lokasi ini, ia memastikan bahwa pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan aman bagi penerima manfaat. Ia juga meninjau langsung pendapat dari sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat dari program tersebut.
“Kemudian saya cek ke sekolah-sekolah sebagai penerima manfaat dari MBG bagaimana pendapat mereka,” ujar Zulhas.
Pembangunan Gerai KDMP di Desa Kedungpedaringan
Selanjutnya, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Zulhas meninjau pembangunan gerai KDMP di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia menyampaikan bahwa pembangunan gerai KDMP telah selesai dan kondisinya dinilai baik dan sempurna.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan 30.000 gerai KDMP di seluruh Indonesia akan dipercepat dengan target rampung pada Juni 2026. “Nanti koperasi desa akan menjadi uptaker (penyerap) hasil pertanian masyarakat untuk menyuplai kebutuhan di SPPG sebagai penunjang MBG,” jelasnya.
Dalam hal ini, Zulhas menjelaskan bahwa koperasi (KDMP), badan usaha milik desa (Bumdes), UMKM, atau usaha kecil lainnya akan menjadi penyedia bahan baku untuk SPPG. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dari tingkat desa.
Perkembangan Produksi Pangan
Zulhas juga memastikan bahwa produksi pangan di tingkat sawah mulai dari saluran irigasi hingga pupuk dapat berjalan dengan baik. Ia menyatakan bahwa saat ini Indonesia sudah swasembada beras. Tahun ini, pemerintah akan melipatgandakan produksi ikan melalui kampung nelayan, bioflok, atau ikan tangkap.
“Kita sekarang sudah swasembada beras, tahun ini kita akan melipatgandakan produksi ikan melalui kampung nelayan, bioflok, atau ikan tangkap. Ini juga harus kita pastikan,” tambahnya.
Pengelolaan Sampah dan Food Waste
Selain itu, Zulhas juga menyampaikan bahwa program MBG yang sedang berjalan akan berdampak pada lingkungan, terutama mengenai sampah atau food waste. Permasalahan ini akan dihandle sesuai dengan perintah presiden, yaitu setiap rumah tangga harus memilah sampah organik atau anorganik.
“Organik bisa jadi pupuk. Kalau anorganik bisa didaur ulang, banyak yang akan beli.” Ia juga menegaskan bahwa sampah di tempat pembuangan akhir akan diubah menjadi listrik.
Peran SPPG dalam Ekonomi Kerakyatan
Terpisah, Sekretaris I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menambahkan bahwa atensi dari Zulhas dalam kunjungan kerja kali ini adalah memastikan setiap SPPG nantinya diharapkan belanja di KDMP termasuk ke UMKM.
“Sehingga SPPG tidak jauh-jauh dalam mengambil bahan baku dan lebih mengutamakan pada ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.







