Kebiasaan Sehat yang Harus Diterapkan Saat Berlari
Lari mungkin terlihat sederhana, cukup memakai sepatu dan mulai bergerak. Namun, jika kamu ingin performa lari maksimal dan tubuh tetap aman dari risiko cedera, ada banyak hal yang tidak boleh diabaikan. Selain kecepatan atau jarak tempuh, faktor seperti pola tidur, asupan makanan, hingga cara tubuhmu pulih setelah berlari juga memiliki peran penting.
Jika kamu ingin menjadikan lari sebagai rutinitas yang efektif, menyenangkan, dan aman untuk tubuh, beberapa kebiasaan sehat bisa mulai kamu terapkan. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang harus kamu pertimbangkan:
1. Tetapkan Jam Tidur yang Konsisten
Mencoba tidur minimal 8 jam setiap malamnya sangat penting. Untuk memastikan kamu cepat terlelap dan tidur nyenyak, pastikan kamu mematikan lampu atau menggunakan lampu tidur, menjauhkan HP, dan melakukan yoga atau peregangan ringan sebelum tidur.
Tidur cukup membantu tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang mempercepat pemulihan otot dan adaptasi terhadap latihan. Jadi, jangan remehkan pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas.
2. Lakukan Pemanasan dengan Benar
Jangan langsung lari tanpa pemanasan. Luangkan waktu beberapa menit untuk mempersiapkan otot-otot tubuh. Sesuaikan jenis pemanasan dengan intensitas latihan.
Misalnya, jika kamu akan lari cepat, tambahkan gerakan seperti hop dan skip. Untuk lari santai, pemanasan ringan saja sudah cukup. Gunakan gerakan dinamis (aktif), bukan peregangan statis seperti menyentuh jari kaki, yang lebih cocok dilakukan setelah berlari. Fokuskan pemanasan pada area tubuh yang rawan cedera, seperti panggul atau pergelangan kaki jika kamu memiliki keluhan di sana.
3. Variasikan dengan Olahraga Lain
Seiring bertambahnya usia, massa otot akan menyusut secara alami. Maka dari itu, penting untuk menambahkan sesi latihan kekuatan seperti yoga, bersepeda, atau angkat beban ke dalam rutinitas mingguan. Olahraga ini akan membantu menjaga kekuatan otot dan mencegah cedera saat berlari.
4. Konsumsi Karbohidrat dari Sumber yang Baik
Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai bahan bakar utama untuk berlari. Namun, penting untuk memilih sumber karbohidrat yang tepat, seperti:
- Biji-bijian utuh: oatmeal, nasi merah, jagung, pasta gandum, quinoa.
- Buah-buahan: pisang, apel, jeruk, delima, blueberry, dan kesemek.
- Umbi-umbian: kentang, ubi, atau singkong yang direbus atau dipanggang.
- Kacang-kacangan: lentil, edamame, kacang hitam, dan buncis.
Dengan konsumsi makanan sehat yang cukup, kamu bisa menjaga energi tetap stabil dan mendukung performa saat lari.
5. Rutin Melakukan Peregangan dan Foam Rolling
Mobilitas adalah kemampuan tubuh untuk bergerak dengan baik—termasuk kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan jangkauan gerak. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk yoga atau peregangan seperti cat-cow, child’s pose, dan open-book stretch. Kombinasikan juga dengan foam rolling, terutama pada otot-otot utama seperti paha depan, hamstring, paha dalam, pantat, dan betis.
Manfaat dari peregangan ini adalah meningkatkan jangkauan gerak, memperbaiki postur tubuh saat berlari, serta mencegah cedera. Selain bagi pelari, peregangan rutin juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot, meningkatkan fungsi tubuh, dan menjaga kemandirian saat usia lanjut.
6. Perhatikan Postur Saat Berlari

Kesalahan umum pelari adalah overstriding, yaitu menapak terlalu jauh di depan tubuh. Overstriding bisa meningkatkan tekanan pada sendi dan otot. Alternatifnya, ambil langkah yang lebih pendek dan tingkatkan frekuensi langkah. Ini akan mengurangi beban pada tubuh dan membuat lari menjadi lebih efisien.
7. Dengarkan Sinyal dari Tubuh
Jika kamu mulai merasakan nyeri yang terus-menerus, coba tinjau ulang pola latihan dan kondisi tubuh secara keseluruhan, baik fisik, mental, tidur, maupun asupan nutrisi. Jangan ragu untuk istirahat jika dibutuhkan, dan hindari memaksakan diri. Jika keluhan tak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis.
Lari bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan, asal dilakukan dengan bijak dan penuh perhatian. Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, kamu bisa menjaga performa tetap prima sekaligus mencegah cedera yang mengganggu. Yuk, mulai dari sekarang rawat tubuhmu sebaik kamu merawat semangatmu untuk terus berlari!







