Kehidupan Zaki: Dari Atlet Silat ke Anggota Polri
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong, seorang atlet pencak silat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mewujudkan impiannya menjadi anggota Polri melalui jalur sarjana. Sebelumnya, ia pernah mencoba mengikuti seleksi Bintara Polri pada tahun 2019, tetapi gagal saat tahapan pemeriksaan kesehatan awal karena sakit amandel. Meskipun begitu, impian untuk menjadi polisi tidak pernah sirna dari benaknya.
Zaki lahir dan dibesarkan di Kota Kupang, dengan orangtua yang berasal dari Kabupaten Alor. Ayahnya, Fakhrudin Prasong, adalah seorang guru SD sekaligus pelatih silat Tapak Suci, sementara ibunya bekerja sebagai pengawas di Kantor Kementerian Agama. Dari usia dini, Zaki sudah aktif dalam olahraga silat, bahkan mulai berlatih sejak kelas V SD. Ia mengikuti latihan di Perguruan Tapak Suci yang dibina oleh ayahnya sendiri.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pertama di Sekolah Muhammadyah Kupang, Zaki melanjutkan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Ia lulus dengan gelar sarjana pendidikan pada tahun 2024. Selama masa kuliahnya, Zaki tetap aktif berlatih silat dan mengikuti berbagai turnamen nasional.
Prestasi di Berbagai Kejuaraan
Bakat Zaki dalam olahraga silat terus berkembang. Ia kemudian masuk pemusatan latihan di PPLP Kupang binaan Dinas Dispora NTT guna mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan nasional. Zaki mewakili NTT dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada tahun 2021 dan PON Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2024. Di dua event bergengsi ini, Zaki berhasil meraih medali perunggu pada PON Papua dan medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara.
Kemudian, Zaki juga turut serta dalam SEA Games 2023 di Kamboja, di mana ia merebut medali emas di kelas B 54 kilogram. Prestasi ini membawa bonus uang tunai dari pemerintah RI sebesar Rp 500 juta dan gubernur NTT sebesar Rp 150 juta. Zaki kembali berlaga di SEA Games Thailand 2025, dan hasil kerja kerasnya selama delapan bulan pemusatan latihan di Jakarta Timur membuahkan hasil gemilang. Ia mendapatkan bonus sebesar Rp 1,5 miliar dari pemerintah RI.
Jalur Sarjana Menuju Polri
Selain bonus uang, Zaki juga mendapat penghargaan dari Kapolri. Peraih medali emas ini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan Polri dari jalur SIPSS TA 2026. Sementara atlet lulusan SMA yang meraih medali di SEA Games diberikan kesempatan menjadi Bintara Polri TA 2026.
“Dari kecil saya memang ingin jadi polisi. Ternyata melalui olahraga silat saya mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan Polri untuk jalur sumber sarjana,” ujar Zaki saat ditemui di Polda NTT, Selasa (10/2/2026) malam.
Zaki, yang menyelesaikan SD dan SMP di sekolah Muhammadyah Kupang, bersyukur karena melalui olahraga silat, impiannya bisa terwujud. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar menyibukkan diri melalui kegiatan positif seperti olahraga. “Kalau kita tekuni suatu pekerjaan maka kita harus yakin kalau dari pekerjaan itu akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kita,” ujarnya.
Zaki yang juga menyelesaikan pendidikan setingkat SMA di MAN Kupang langsung mendapat penghargaan Kapolri untuk tes polisi sumber sarjana. Ia dan rekan-rekannya, seperti T Eduk, berkesempatan menjadi anggota Polri berbekal prestasi yang mendapat perhatian dan penghargaan dari Kapolri. Rekannya, Antonius Tuke Eduk, yang juga meraih medali di SEA Games, akan mengikuti pendidikan Polri nanti untuk Bintara Polri karena baru tamat SMA.







