Tips Menulis Naskah Film dari Kristo Immanuel
Dalam wawancara khusus yang dilakukan dalam program #COD (Cerita Orang Dalam), Kristo Immanuel berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang proses menulis naskah film. Setelah berdiskusi panjang mengenai film Tinggal Meninggal (2025) selama 30 menit, ia menjelaskan tiga aspek penting yang harus diperhatikan saat menulis skrip film.
1. Pastikan Kamu Ingin Menonton Film Ini
Menurut Kristo, hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat menulis naskah adalah apakah kamu sendiri ingin menonton film tersebut. Jika penulisnya sendiri tidak tertarik dengan ceritanya, maka sulit untuk membuat penonton tertarik.
“Kalau aku pribadi, aku merasa bahwa salah satu hal terpenting saat membuat skrip adalah, apakah kamu ingin menonton film ini? Apakah kamu akan menontonnya atau tidak?” ujarnya tanpa ragu.
Kristo menekankan bahwa memiliki kelebihan untuk bisa menulis skrip sesuai keinginan sendiri adalah suatu keuntungan. Namun, ini juga membutuhkan tanggung jawab besar karena premis menarik belum tentu cukup jika tidak didukung oleh naskah yang baik.
“Karena kalau aku punya kelebihan untuk bisa menulis skrip yang aku inginkan, bukan hanya sekadar ide cerita yang sudah ada dan harus ditulis,” tambahnya.
2. Jujur dalam Bercerita dan Beropini

Aspek kedua yang sangat penting adalah kejujuran. Di era di mana banyak orang takut menyampaikan opini karena risiko cancel culture, Kristo menekankan pentingnya menjadi jujur dan berani menyampaikan pandangan pribadi.
“Yang kedua adalah jujur dari hati, jujur dari diri sendiri. Apa yang ingin kamu sampaikan itu apa?” katanya.
Menurut Kristo, film memiliki peran penting dalam membuka perspektif penonton. Meski tidak semua orang setuju dengan opini yang disampaikan, setidaknya mereka mendapatkan wawasan baru.
“Tapi kan kita jadi membuka pikiran orang baru terhadap opini ini. Oh, ada ya opini seperti ini. Masalah dia setuju atau tidak itu belakangan. Yang penting orang terpapar dengan opini-opini baru. Itu pentingnya film menurutku,” tambahnya.
3. Pastikan Setiap Adegan Memiliki Continuity

Aspek ketiga yang perlu diperhatikan adalah continuity. Kristo menegaskan bahwa setiap adegan harus saling mendukung dan terhubung dengan alur cerita secara keseluruhan.
“Bagaimana saat menulis itu adegan-adegan ini mendukung adegan lainnya. Jangan sampai adegan-adegan ini berdiri sendiri,” ujarnya sambil menggerakkan tangannya seirama dengan intonasinya.
Jika tidak ada continuity, adegan tersebut berpotensi dihapus dari film. Selain itu, naskah yang rapi dan terstruktur akan lebih mudah dikembangkan menjadi film yang menarik dan membangkitkan rasa penasaran.
“Kalau adegan-adegan ini makin banyak yang berdiri sendiri, akan ada kemungkinan adegannya dihapus atau tidak bekerja karena tidak mendorong adegan lainnya. Jadi bagaimana caranya tetap menarik? Nanti saat turun, gimana caranya naikin lagi,” jelasnya.
Kesimpulan
Tips-tips yang dibagikan oleh Kristo Immanuel ini sangat relevan bagi siapa saja yang sedang berjuang menulis naskah film. Dengan mengutamakan keinginan pribadi, kejujuran, dan continuity, penulis dapat menciptakan karya yang bermakna dan menarik bagi penonton. Jika kamu belum menonton film Tinggal Meninggal (2025), segera tonton di Netflix!







