Kecelakaan Bus Pariwisata di Gerbang Tol Waru Utama
Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus angkutan penumpang rombongan wisatawan asal Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), terjadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Bus yang hendak menuju Bali tersebut menabrak water barrier hingga terguling di depan Gerbang Tol Waru Utama pada Rabu (11/2/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan kepanikan di antara 45 penumpang yang berada di dalamnya.
Manager Area PT Jasa Marga Toll Road Operator Surabaya Gempol, Husni Agus Drajad Riambodo, mengonfirmasi bahwa bus tersebut mengangkut rombongan dari Grobogan menuju Denpasar. Bus diketahui menabrak deretan water barrier sebelum akhirnya terguling tepat di depan pintu gerbang tol. Akibat kejadian ini, belasan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.
“Sebelum ke Gerbang Tol Waru Gunung, informasinya menabrak water barrier kemudian terguling, sebelum gerbang tol. Jumlah penumpang 45 orang. Jumlah korban yang dirujuk ke RS ada 12 orang,” ujar Husni saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Kronologi dan Kerusakan Sarana Tol
Husni menjelaskan detail kerusakan sarana tol akibat hantaman bus tersebut. Berdasarkan data di lapangan, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan cukup parah. “Kerusakan sarana, 15 water barrier dan 2 pot bunga. Jam 1 malam sudah dievakuasi,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan Jasa Marga, terdapat 12 orang terluka yang langsung dievakuasi menuju RS Delta Surya Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Polisi: Indikasi Sopir Mengantuk
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, memberikan keterangan terkait penyebab kecelakaan tunggal tersebut. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi fisik pengemudi. Sopir berinisial WP diduga mengemudi dalam keadaan mengantuk. Sehingga, tatkala laju bus berbodi warna oranye itu mulai tiba di gerbang tol, sopir kehilangan kendali laju bus, hingga berakhir menabrak beton gerbang tol dan terguling.
“Indikasi sopir mengantuk,” kata Galih saat dihubungi. Pihak kepolisian telah melakukan pendalaman atas kasus ini. Sejak Kamis dini hari hingga siang, proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih berlangsung untuk memastikan detail peristiwa.
“Kayaknya sudah selesai olah TKP. Para korban luka ringan ada 9 orang, sedangkan korban luka berat 1 orang,” pungkas Galih. Terkait jumlah korban, Galih merinci bahwa dari 10 korban yang tercatat oleh polisi, sembilan orang mengalami luka ringan dan satu orang menderita luka berat. Seluruhnya menjalani perawatan intensif di RS Delta Surya Sidoarjo.
Viral di Media Sosial
Kecelakaan ini juga menarik perhatian warganet. Berdasarkan video amatir berdurasi 25 detik yang diunggah ke media sosial Instagram, terpantau kondisi bodi bus ambruk ke sisi kanan dengan posisi moncong menghadap ke gerbang tol. Dalam video tersebut, terlihat situasi pasca-kecelakaan di mana beberapa penumpang berdiri di sekitar bodi bus. Mereka tampak menunggu dua orang yang sedang berjibaku mengambilkan tas di ruang bagasi sisi tengah bodi bus yang terguling.
Latar Belakang: Bahaya Microsleep di Tol Trans Jawa
Kecelakaan akibat pengemudi mengantuk di jalur tol panjang seperti rute Jawa Tengah menuju Bali bukanlah hal baru. Fenomena ini sering dikaitkan dengan microsleep, yaitu hilangnya kesadaran sesaat karena kelelahan. Jalur Tol Trans Jawa yang cenderung lurus dan mulus, seringkali memicu rasa bosan dan kantuk bagi pengemudi, terutama pada perjalanan malam hari.
Berdasarkan studi keselamatan berkendara, microsleep dapat terjadi hanya dalam hitungan detik namun berakibat fatal karena kendaraan melaju tanpa kendali.
Tips/Imbauan: Mencegah Kantuk Saat Berkendara
Untuk mencegah kejadian serupa, berikut adalah beberapa tips aman berkendara jarak jauh bagi pengemudi bus maupun kendaraan pribadi:
- Istirahat Berkala: Jangan memaksakan diri. Berhentilah di Rest Area setiap 3-4 jam sekali untuk meregangkan otot dan menyegarkan pikiran.
- Tidur Cukup: Pastikan pengemudi memiliki waktu tidur yang berkualitas (6-8 jam) sebelum memulai perjalanan jauh.
- Waspada Jam Rawan: Hati-hati saat berkendara di jam biologis mengantuk, yaitu antara pukul 00.00 hingga 06.00 pagi dan 14.00 hingga 16.00 sore.
- Sediakan Sopir Cadangan: Untuk perjalanan antar-provinsi, wajib menyediakan sopir pengganti untuk bergantian kemudi.







