Chiki Fawzi Berpartisipasi dalam Film “Titip Bunda Di Surga-Mu”
Chiki Fawzi, seorang aktivis, penyanyi, dan pemeran asal Indonesia, turut serta dalam film layar lebar berjudul Titip Bunda Di Surga-Mu yang akan dirilis pada tahun 2026. Meski hanya memiliki peran yang tidak terlalu besar, ia merasa bersyukur bisa terlibat dalam proyek tersebut.
Film bergenre keluarga ini memberikan pengalaman berharga bagi Chiki. Ia mengungkapkan rasa senang karena bisa menjadi bagian dari cerita yang sarat makna tentang keluarga. “Masya Allah, bersyukur bisa dikasih kesempatan buat main di film ini. Film ini menarik banget, tayangnya juga pas banget pada saat Ramadan. Dan ini adalah film yang tepat untuk kalian tonton sama keluarga,” ujarnya saat berada di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Kamis (13/2/2026).
Proyek film ini memiliki makna spesial bagi Chiki karena menjadi pengalaman pertamanya bekerja dalam satu produksi dengan ayahnya, Ikang Fawzi. Meskipun keduanya tidak tampil dalam adegan yang sama, momen tersebut tetap memberi kesan tersendiri.
“Jadi sebenarnya aku tuh enggak ada scene bareng ayah di sini. Jadi di sini tuh peran aku sebagai sahabat pemeran utamanya, sahabatnya Acha Septriasa. Jadi di sini memang aku enggak ada satu scene sama ayah aku,” katanya. Meski demikian, ia tetap bangga bisa terlibat dalam film tersebut.
Cerita dalam film ini juga menyentuh hati Chiki. Kisahnya membuat ia teringat pada sosok ibunya yang telah tiada. “Pas aku baca script ini, aku tuh langsung kayak ‘Ya Allah, ini tuh berat buat seseorang yang baru tiba-tiba ditinggal sama ibunya’. Tapi lewat film ini, aku berharap semoga bisa menjadi reminder buat semua anak-anak yang ketika ibunya masih ada di dunia tuh bisa mengoptimalkan waktu bersama dengan ibu kalian,” tuturnya.
Chiki mengungkap bahwa ia sempat berdiskusi dengan ayahnya ketika keduanya mendapat tawaran bermain di film tersebut. Mereka bahkan membedah naskah bersama untuk memahami cerita secara mendalam. “Ngobrolin, jadi ketika ayah dapat tawaran ini dan aku dapat tawaran ini, kita bedah bareng-bareng script-nya. Berat sih, berat karena kayak seperti mengorek luka-luka yang emang belum kering,” ungkapnya.
Pengalaman pribadi yang masih menyisakan duka membuat proses pendalaman peran terasa lebih nyata. Kenangan tentang sang ibu masih sangat terasa hingga sekarang. “Jadi kan emang ibuku kemarin tiba-tiba Allah panggil. Ya pastinya masih kerasa lukanya,” ujarnya.
Ia juga mengaku bahwa proses membaca naskah bersama ayahnya tidak selalu mudah. Banyak bagian cerita yang membuat perasaan mereka tersentuh. “Pastinya berat banget. Bahkan setiap halaman tuh ketika dibaca dan kita bedah bareng memang ini cukup berat sih untuk Ayah perankan,” jelasnya.
Meski terasa berat, Chiki melihat pesan besar yang ingin disampaikan film tersebut kepada penonton. Baginya, cerita ini mengajarkan pentingnya hubungan antara anak dan orang tua. “Tapi kita lihat lagi bahwa film ini pesannya masya Allah luar biasa bagus. Bagaimana gap-gap komunikasi antara anak dan orang tua itu harus di-overcome supaya enggak menjadi anak yang menyesal di kemudian hari,” pungkasnya.







