Tradisi Berbuka Puasa dengan Kurma Saat Ramadan 2026
Memasuki bulan suci Ramadan 2026, kurma kembali menjadi buah favorit yang sering hadir di meja berbuka puasa umat Muslim. Tidak hanya sebagai bagian dari tradisi, kurma juga memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh setelah seharian berpuasa. Namun, meski bermanfaat, konsumsi kurma tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.
Tradisi berbuka dengan kurma merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud disebutkan:
“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka puasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma karena kurma itu mengandung keberkahan. Jika tidak ada, maka dengan air karena air itu suci.” (HR. Abu Dawud).
Berdasarkan hadis tersebut, banyak ulama menyarankan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil seperti 1, 3, atau 5 butir. Angka ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW dalam mengonsumsi makanan. Tradisi ini terus dijaga hingga Ramadan 2026, di mana kurma hampir selalu hadir di meja berbuka puasa keluarga Muslim.
Berapa Banyak Kurma yang Ideal?
Jumlah konsumsi kurma saat Ramadan 2026 perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Meski kaya akan manfaat, kurma tetap mengandung gula alami sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan. Berikut rekomendasi jumlah kurma yang ideal saat berbuka:
- 3 butir kurma: Jumlah ini cukup untuk mengembalikan energi tanpa meningkatkan kadar gula darah secara berlebihan.
- 5 butir kurma: Masih tergolong aman, terutama jika dibarengi makanan lain yang seimbang.
- 7 butir kurma: Cocok bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi atau membutuhkan energi lebih banyak.
Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan gula selama Ramadan 2026, sebaiknya mengonsumsi 1–2 butir kurma dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Penjelasan Ahli Gizi
Menurut ahli gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, kurma bermanfaat untuk mengembalikan energi setelah berpuasa karena kandungan gula alaminya. Meski rasanya sangat manis, kurma tidak serta-merta menyebabkan lonjakan gula darah. Kandungan serat yang tinggi dalam kurma membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
Toto menjelaskan bahwa kurma dapat dikonsumsi oleh orang berpuasa maupun penderita diabetes, asalkan tidak berlebihan. Ia merekomendasikan konsumsi 3 atau 5 butir kurma saat berbuka agar masih ada ruang untuk makan nasi dan lauk bergizi lengkap. Jika ukuran kurma besar seperti ajwa atau sukari, 3 butir sudah cukup. Namun jika ukurannya kecil, 7 butir masih tergolong wajar.
Manfaat Kurma Saat Berbuka Ramadan 2026
Konsumsi kurma saat Ramadan 2026 memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
Mengembalikan energi dengan cepat
Kurma mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh sehingga efektif mengembalikan energi setelah berpuasa.Meningkatkan kesehatan pencernaan
Kandungan serat dalam kurma membantu mencegah sembelit setelah seharian tidak makan dan minum.Menjaga keseimbangan elektrolit
Kalium dalam kurma berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.Menstabilkan kadar gula darah
Jika dikonsumsi dalam jumlah tepat selama Ramadan 2026, kurma dapat membantu mencegah lonjakan gula darah secara drastis.
Meski tidak ada batasan mutlak, konsumsi kurma saat Ramadan 2026 sebaiknya tetap dalam porsi wajar. Prinsip “secukupnya” perlu diterapkan agar kebutuhan nutrisi lain seperti protein, serat, dan vitamin dari makanan utama tetap terpenuhi.
Kurma memang menjadi simbol keberkahan dan pilihan tepat untuk berbuka. Namun menjaga keseimbangan asupan tetap menjadi kunci agar ibadah puasa selama Ramadan 2026 berjalan lancar sekaligus menyehatkan tubuh.







